Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Petrus 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
2 Petrus 3:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena dengan sengaja mereka itu melupakan yang sebenarnya sudah ada segala langit dari dahulu kala, dan bumi pun dijadikan daripada air di tengah-tengah air oleh firman Allah.
2 Petrus 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Petrus 3:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 11:3 (IDN) »
Dengan iman kita mengetahui bahwa semesta alam ini sudah jadi oleh firman Allah, sehingga barang yang kelihatan bukannya dijadikan daripada barang yang kelihatan.

Kejadian 1:9 (IDN) »
Maka firman Allah: Hendaklah segala air yang di bawah langit itu berhimpun kepada satu tempat, supaya kelihatan yang kekeringan itu; maka jadilah demikian.

Mazmur 24:2 (IDN) »
Karena telah dialaskan-Nya di atas laut dan diteguhkan-Nya di atas sungai besar.
2 Petrus 3:5 (IDN) — Latar Belakang dan Makna
Ayat ini muncul dalam konteks Petrus yang menyinggung tentang kedurhakaan manusia dan ketiadaan alam semesta dalam kriteria manusia yang menolak firman Allah. Ia menunjukkan bagaimana orang-orang pada masa itu—dan juga kita hari ini—sering melupakan hakikat-hakikat Allah yang telah ada sejak permulaan: langit dan bumi yang ada karena firman-Nya. Petrus mengingatkan bahwa apa yang tampak “alamiah” bagi manusia tidak selalu sejalan dengan kenyataan rohani yang bekerja di balik ciptaan Allah.
Makna sentral ayat
Ayat ini menyingkap dua unsur utama: pertama, ketidaksetiaan manusia yang sengaja melupakan kebenaran historis tentang penciptaan dan keberadaan dunia; kedua, penegasan bahwa alam semesta berasal dari firman Allah. “Langit dari dahulu kala” dan “bumi pun dijadikan daripada air di tengah-tengah air” menegaskan bahwa segala sesuatu adalah karya firman-Nya, bukan hasil evolusi kebetulan. Penekanan ini menekankan kedaulatan Allah atas semua yang ada dan perlunya respon iman yang tepat terhadap firman-Nya.
Tema utama
Ayat paralel dan arah pandang lain
Beberapa bagian Kitab Suci lain menegaskan tema serupa: firman Allah sebagai kekuatan penciptaan (misalnya dalam Kejadian 1–2 tentang awal dunia), serta ajaran tentang kebenaran yang dilupakan oleh orang sombong. Rujukan silang ini membantu pembaca memahami bahwa peringatan Petrus bukan sekadar kritik masa lalu, melainkan panggilan untuk menilai kembali iman dan hidup dalam terang firman Allah.
Refleksi praktis
Dalam keseharian, pertanyaan praktisnya: Apakah kita menilai hidup kita berdasarkan data duniawi saja, atau kita membentuk pandangan kita dari firman Allah yang menciptakan dan memelihara segala sesuatu? Ketika kita terlalu fokus pada hal-hal material, kita bisa melupakan kebenaran yang memberi arah bagi hidup kita. Respons yang tepat adalah merendahkan diri di hadapan firman-Nya, memelihara doa, dan memohon hikmat untuk melihat maksud Tuhan di balik ciptaan.
Hubungan dengan teks lain
• Kejadian 1–2: firman Allah melahirkan langit, bumi, dan segala isinya. Interpretasi Petrus menegaskan bahwa karya kreatif dan kemuliaan-Nya tidak berubah karena kelupaan manusia.
• Mazmur 33:6–9: firman Allah yang memerintah dengan kuasa; dunia dibentuk lewat sabda-Nya sehingga perlu taat kepada-Nya.
• 2 Korintus 4:6: terang Allah yang menyinari hati manusia, agar kita mengenal kemuliaan Allah di dalam wajah Kristus.
Kutipan singkat dari tokoh gerejawi terpublikasi domain publik (untuk konteks historis)
Catatan: Beberapa komentar klasik menggarisbawahi bahwa manusia cenderung menolak kebenaran karena keakuan dan kegemarannya pada bayangan sendiri. Mereka menekankan bahwa firman Allah adalah sumber segala makna, bukan kerangkeng pandangan manusia. (Referensi umum untuk studi lanjut: karya-karya komentas klasik yang bersumber publik).
Ringkasan singkat
Petrus mengingatkan bahwa umat manusia sering sengaja melupakan kenyataan inti: langit dan bumi ada karena firman Allah. Kesadaran akan karya-Nya memerlukan respons iman yang rendah hati dan hidup yang selaras dengan firman-Nya. Dengan demikian, kita diteguhkan untuk menimbang hidup kita di bawah otoritas Allah dan menantikan karya-Nya yang berkelanjutan di masa depan.