Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiTitus 2:13 Tafsiran ayat Alkitab
Titus 2:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
serta menantikan pengharapan yang berkat dan kenyataan kemuliaan yang Mahabesar dan Juruselamat kita Kristus Yesus,
Titus 2:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Titus 2:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Korintus 1:7 (IDN) »
sehingga tiada kamu berkekurangan barang sesuatu karunia, sementara menantikan kenyataan Tuhan kita Yesus Kristus,

2 Timotius 4:8 (IDN) »
pada akhirnya makota kebenaran telah tersedia bagiku yang akan dikaruniakan kepadaku pada Hari itu oleh Tuhan, yaitu hakim yang adil itu; dan bukan kepadaku sahaja, melainkan juga kepada sekalian orang yang telah sangat gemar akan kedatangan-Nya.

Matius 16:27 (IDN) »
Karena Anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya.
Makna Langsung Titus 2:13
Ayat ini menegaskan pengharapan kita sebagai orang percaya: menantikan kemuliaan yang diberkati dan kenyataan dari Juruselamat kita, Kristus Yesus. Pengharapan ini bukan sekadar harapan kosong, melainkan kenyataan di masa depan yang telah dijanjikan Allah, yang memberi arah hidup sekarang: hidup dalam pengharapan, kesetiaan, dan pemuliaan bagi Kristus.
Latar konteks
Titus 2 menyejukkan ajaran tentang hidup saleh dalam gereja lokal: bagi lelaki, perempuan, tua muda, hamba, dan tuan. Ayat 13 muncul sebagai penyataan orientasi teologis dari semua tindakan itu—menantikan penggenapan janji Allah tentang kemuliaan dan keselamatan melalui Kristus.
Interpretasi singkat
Observasi tafsiran (ringkas)
Para penafsir berpendapat bahwa Titus 2:13 menggabungkan dua unsur umum eskatologi Kristian: (1) pengharapan yang berkenan kepada kemuliaan Allah, dan (2) kenyataan keselamatan yang disediakan melalui Kristus. Ayat ini menautkan etika hidup umat percaya dengan harapan eskatologi: kehidupan saleh sekarang didasarkan pada kedatangan Kristus yang akan menyatakan kemuliaan-Nya secara penuh.
Tema utama
Kaitan silang
Beberapa ayat pendukung yang relevan:
- 1:13–14 tentang menanggung hidup saleh sebagai bagian dari pengharapan Injil.
- 3:4–7 yang menjelaskan kasih karunia Allah dan anugerah penyelamatan melalui Kristus.
Penjelasan singkat: Pasal Titus menampilkan pola hidup karena karya Kristus dan pengharapan akan kedatangan-Nya; ayat-ayat lain menegaskan bahwa pengharapan itu mempengaruhi cara kita bertindak satu sama lain dalam jemaat dan di luar jemaat.
Renungan praktis
Di keseharian, hidup yang berpegang pada pengharapan akan Kristus menguatkan kesabaran, ketaatan, dan kesederhanaan. Kita hidup secara karena Kristus, menantikan kemuliaan-Nya dengan rendah hati dan ketekunan dalam tugas gereja.
Rangkuman akhir
Ayat ini menegaskan bahwa pengharapan kita berpusat pada kedatangan Kristus yang akan membawa kemuliaan dan keselamatan. Karena Kristus adalah Juruselamat kita, hidup kita di dunia dipandu oleh kenyataan itu—menjadi pekerjaannya yang setia, dalam komunitas gereja yang hidup dalam harapan ilahi.
Kutipan relevan dari ahli terdahulu: “Menahan pengharapan yang berkat dan kenyataan kemuliaan” menekankan bahwa pengharapan eskatologis mempengaruhi etika iman dan perilaku sehari-hari.
Ayat terkait (referensi singkat): Efesus 1:14; 1 Petrus 1:3-5; Titus 3:7.