Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiTitus 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
Titus 2:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Katakanlah segala perkara itu, dan nasehatkan serta tempelak dengan secukup perintah. Jangan engkau dipermudahkan oleh seorang jua pun.
Titus 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Titus 2:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Timotius 4:2 (IDN) »
Hendaklah engkau memberitakan Firman itu, hendaklah engkau bersedia, baik pada masa senang atau tiada senang; nyatakanlah salah orang, tegurkanlah, nasehatkanlah dengan panjang sabar dan dengan pengajaran.

Titus 1:13 (IDN) »
Maka benarlah kesaksian itu. Sebab itu tempelakkanlah mereka itu dengan keras, supaya mereka itu menjadi sempurna di dalam iman,

1 Timotius 4:12 (IDN) »
Biarlah jangan seorang pun mempermudahkan engkau sebab engkau muda, melainkan hendaklah engkau menjadi suatu teladan bagi segala orang yang beriman, baik di dalam pertuturan baik kelakuan baik kasih baik iman atau kesucian.
Makna langsung Titus 2:15
Katakanlah segala perkara itu, dan nasehatkan serta tempelak dengan secukup perintah. Jangan engkau dipermudahkan oleh seorang jua pun.
Latar belakang konteks
Surat Titus ditujukan kepada pemimpin jemaat Kristen di Kreta untuk menetapkan ajaran sehat dan tata kelola gereja yang teratur. Ayat ini menekankan tanggung jawab Titus untuk mengajar, menasihati, dan mendisiplinkan dengan penuh ketelitian, agar jemaat hidup sesuai amanat Kristus tanpa memberi celah bagi pengajaran sesat atau perilaku tak teratur.
Pengamatan interpretatif
Gema dari para penafsir terdahulu
Para penafsir kuno menekankan bahwa tugas gereja adalah menjaga ajaran yang sehat sambil membimbing hidup jemaat dengan disiplin yang wajar. Kisaran kata-kata ini dihubungkan dengan tugas gembala yang berjiwa lembut namun tegas dalam menuntun umat kepada hidup yang berkenan pada Allah. Catatan para komentator tidak menambah kandungan tegasnya, melainkan menekankan keseimbangan antara kasih, kebenaran, dan otoritas gereja.
Pendapat singkat yang relevan
Hubungan silang dengan bagian lain
Beberapa bagian relevan menggarisbawahi pola yang sama: 2 Timotius 4:2 menggeser fokus pada pemberitaan firman secara terus-menerus; Ibrani 13:17 menekankan ketaatan jemaat kepada pemimpin yang menuntun dengan penuh tanggung jawab. Ayat-ayat ini konsisten dalam menegaskan perlunya ajaran yang benar disertai disiplin yang penuh kasih.
Perenungan praktis
Gereja dan pemimpin jemaat dipanggil untuk menyampaikan kebenaran dengan kepekaan, memberikan nasihat yang membangun, dan menegur bila perlu—tanpa menjadi licin dalam perkataan maupun tindakan. Dalam kehidupan sehari-hari, jemaat diajak menerima nasihat yang membangun, merespons teguran dengan kerendahan hati, dan menjaga kemurnian ajaran selaras dengan telinga Kristus.
Kalimat penutup
Perhatikan keseimbangan antara pengajaran yang benar, nasihat yang membangun, dan teguran yang diperlukan. Jangan biarkan tekanan manusia melemahkan firman Tuhan yang memimpin hidup jemaat kepada hidup kudus dalam Kristus.
Referensi silang singkat
Catatan: Tidak ada kutipan lengkap dari teks asli para penafsir terdahulu dalam bagian ini, namun unsur pemikiran dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke digunakan secara ringkas untuk membantu memahami tujuan ayat ini secara praktis.