Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 2:7 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 2:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sebaliknya itu patutlah kamu mengampuni dan menghiburkan dia, supaya jangan orang itu karam oleh tersangat dukacitanya.
2 Korintus 2:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 2:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Efesus 4:32 (IDN) »
Hendaklah kamu murah hati di antara sama sendiri, dan lembut hati, sambil bermaaf-maafan sama sendiri, sebagaimana Allah juga di dalam Kristus sudah mengampuni kamu.

Galatia 6:1 (IDN) »
Hai saudara-saudaraku, jikalau seorang kedapatan di dalam barang sesuatu kesalahan, hendaklah kamu, yang rohani itu, membaikkan orang yang demikian, dengan roh yang lemah lembut sambil memperhatikan dirimu sendiri, supaya jangan engkau juga kena pencobaan.

Amsal 17:22 (IDN) »
Hati yang bersukacita itu akan membaiki obat, tetapi hati yang berdukacita itu mengeringkan tulang.
Mengampuni dan Menghibur: Bahwa Pengampunan Menjaga Jemaat Tetap Sehat
Ayat ini menekankan bahwa pengampunan yang sungguh adalah langkah pemulihan bagi sesama orang percaya yang telah tersandung. Dalam 2 Korintus 2:7 (IDN), Rasul Paulus mendorong jemaat Korintus untuk tidak membiarkan seorang saudara kehilangan arah karena dukacita berlebihan, melainkan mengampuni dan menghiburkannya. Ayat ini merangkum keseimbangan antara keadilan dan belaskasih, antara akuntabilitas komunitas dan kasih pemulihan yang berkelanjutan.
konteks asli di sekitar ayat
Pada pasal 2, Rasul Paulus membahas masalah disiplinnya terhadap seorang anggota jemaat yang telah berbuat salah, dan bagaimana korintus menanggapinya. Dalam konteks itu, ia menekankan bahwa tujuan disiplin rohani bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk membangun kembali—supaya pihak yang bersalah tidak kehilangan arah rohnya. Ayat ini menambah fokus pada langkah terakhir: setelah tindakan yang konfrontatif, umat percaya dipanggil untuk mengampuni dan menghibur, agar orang itu tidak “karam oleh tersangat dukacitanya.”
pesan utama ayat ini
Inti pesannya adalah restorasi melalui belas kasih. Disiplin diikuti dengan pengampunan yang tulus dan dukungan umat percaya, sehingga orang yang tersandung dapat kembali berjalan dalam kasih karunia Tuhan tanpa terpuruk dalam beban hatinya terlalu lama. Pengampunan bukan berarti menutup mata terhadap salahnya, melainkan membuka pintu bagi pemulihan dan pemahaman bahwa kasih Kristus memperbaharui hubungan.
tema Alkitabiah terkait
ayat silang yang relevan
catatan devosi
Renungkan bagaimana kita sebagai komunitas dapat mengampuni dengan tulus sambil tetap memelihara integritas. Pengampunan sejati tidak menghapus dampak dosa, tetapi membuka jalan bagi pemulihan hubungan dengan Tuhan dan sesama. Allah kita adalah “Bapa belas kasihan,” yang memulihkan yang patah hati dengan kasih Kristus melalui pengampunan yang penuh kasih.
ringkasan penitihan singkat
Ayat ini mengingatkan kita bahwa sikap utama gereja terhadap orang yang tersandung adalah pengampunan yang disertai penghiburan. Dengan demikian, komunitas dipanggil menjadi agen pemulihan, menjaga agar tidak ada jiwa yang karam oleh dukacita berlebih dan kehilangan arah di dalam kebenaran Kristus.
Quotations toNote: Beberapa sumber komentar gereja publik domain menyoroti bahwa pengampunan yang disertai kasih adalah cara Allah memulihkan umat-Nya. Teks klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa pemulihan adalah tujuan utama disiplin gereja, bukan penghukuman tanpa harapan. Saran serupa terdengar dalam literatur komentar historis: “melakukan segala sesuatu untuk memulihkan, bukan membinasakan.”