Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 2:3 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 2:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka inilah yang sebenarnya sudah kusuratkan, supaya jangan, apabila aku tiba kelak, aku beroleh dukacita daripada orang yang aku patut beroleh sukacita, sedang aku berharap kepada kamu sekalian, bahwa kesukaanku itu menjadi kesukaan kamu sekalian.
2 Korintus 2:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 2:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Galatia 5:10 (IDN) »
Aku ini menaruh yakin kepada kamu di dalam Tuhan, bahwa kamu tiada memikirkan barang sesuatu yang lain; tetapi orang, walaupun siapa, yang mengacaukan hatimu itu akan menanggung hukumannya.

2 Korintus 8:22 (IDN) »
Maka kami menyuruh beserta dengan keduanya itu akan saudara kita, yang telah beberapa kali nyata kepada kami ada usahanya di dalam beberapa perkara; dan sekarang ini makin lebih lagi usahanya, sebab tersangat yakin akan kamu.

Makna inti Ayat
Ayat ini menegaskan bahwa Paulus menuliskan suatu surat dengan tujuan menjaga damai jemaat, agar ketika ia datang nanti ia tidak berduka atas keadaan mereka. Ia ingin kebahagiaan jemaat menjadi kebahagiaan bagi dirinya sebagai pelayan Kristus.
Latar konteks singkat
Pada 2 Korintus, Rasul Paulus menghadapi tantangan hubungan dengan jemaat Korintus yang penuh ketegangan. Ada pihak-pihak yang mengaku mewakili dirinya, serta masalah perselisihan, perpecahan, dan evaluasi atas motivasi kepemimpinan rohani. Surat ini dimaksudkan untuk memperbaiki hubungan, membangun kepercayaan, dan menuntun jemaat kembali pada kasih persaudaraan dalam Kristus.
Obsesi interpretatif
Observasi penting
- Paulus menyiratkan bahwa menjaga kemurnian relasi jemaat dengan beliau adalah bagian dari menjaga kemurnian pelayanan.
- Ia menekankan bahwa kebahagiaan rohani jemaat adalah sumber sukacita bagi dirinya sebagai pengemban tugas injil.
Garis besar tematik
Rujukan silang yang relevan
1) Galatia 6:2 – Membangun jemaat secara bersama dalam kasih, sehingga beban satu sama lain menjadi sumbangan sukacita.
2) Efesus 4:15-16 – Pertumbuhan jemaat melalui kasih dan kebenaran yang saling membentuk satu tubuh.
3) 1 Tesalonika 2:19-20 – Kebahagiaan pembawa kabar terkait iman jemaat yang bersinar dalam hidup rohani.
Arah praktis singkat
Di komunitas percaya, tujuan pelayanan adalah membangun hubungan yang membawa sukacita bersama. Jemaat diajak mengecek motivasi, mempraktikkan kerendahan hati, dan menjaga komunikasi yang membangun agar kedatangan pembawa kabar tidak menimbulkan dukacita, melainkan penguatan iman.
Catatan singkat tentang sumber inspirasional (ivory): Dalam tradisi tafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, fokus ditempatkan pada niat hati pelayan Tuhan serta dampak emosional dari hubungan antara pengajar injil dan jemaat. Mereka menempatkan nilai kejujuran, kasih, dan kedamaian sebagai inti pelayanan.
Penutup
Ayah kata kunci: niat mulia, damai, sukacita bersama. Ayat ini mengingatkan kita bahwa panggilan rohani berujung pada hubungan yang akrab dan saling membangun, sehingga hari kedatangan Tuhan membawa sukacita bagi semua pihak yang terlibat.