Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



2 Tawarikh 5:13 (IDN) — Ringkasan konteks dan makna
Ayat ini berada dalam rangka peristiwa penyucian dan peresmian bait Allah oleh Salomo. Setelah pembasuhan upacara dan penyembahan yang terkoordinasi antara pelayan-pelayan bait, semua orang menyatu dalam pujian kepada Tuhan. Ketika pujian meraih puncaknya, awan kemuliaan Tuhan turun dan memenuhi bait itu, menandai hadir-Nya secara nyata di tengah umat Israel. Peristiwa ini menegaskan bahwa ibadah yang benar menimbulkan respond ilahi yang nyata: kemuliaan Tuhan memenuhi tempat ibadah.
Inti makna ayat
Ayat ini menekankan keharmonisan antara pujian manusia dan kehadiran Allah. Ketika semua orang bersenyap untuk memuji dengan satu suara, Tuhan menurunkan kemuliaan-Nya ke dalam bait. Ini bukan sekadar demo pujian, melainkan respons ilahi terhadap ketulusan ibadah dan kehormatan umat kepada-Nya. Keberadaan awan yang memenuhi bait menunjukkan kenyataan supranatural: Tuhan hadir secara konkret di tengah umat-Nya.
Tema-tema utama
Kaitan silang yang relevan
Refleksi praktis
Pemazmurannya tidak sekadar musik; itu adalah doa yang melibatkan seluruh jemaat. Kuncinya adalah kerjasama jemaat dalam tujuan yang mulia: memuliakan Tuhan dengan segala kemampuan kita, sambil siap menerima pekerjaan-Nya secara nyata. Dalam kehidupan gereja hari ini, kita diajak menilai apakah ibadah kita menyiapkan tempat bagi kehadiran-Nya, bukan sekadar kesan artistik.
Kutipan singkat para penafsir lama
Beberapa ide dari penafsir publik domain membantu menekankan makna kebangkitan kemuliaan Tuhan ketika umat memuji. Mereka menyoroti harmoni antara ibadah yang teratur dan manifestasi kehadiran ilahi sebagai jawaban atas pujian yang tulus. “Kehadiran-Nya menyertai kita saat pujian telah mencapai kemurnian tujuan.” (olahan melalui pemikiran para penafsir zaman dahulu).
Penautan makna dengan ayat-ayat lain
Konteks 2 Tawarikh 5 menegaskan bahwa pemuliaan Tuhan yang serentak menghasilkan respons ilahi. Kaitkan juga dengan kisah tabut masuk (1 Raja 8) dan seruan ibadah dalam Mazmur untuk melihat pola: pujian yang terpadu membuka pintu bagi kehadiran-Nya, yang kemudian menjadi penguat iman umat.
Apendiks singkat: Ayat ini mengajak jemaat untuk melihat pujian sebagai sarana penyataan sumpah setia kepada Tuhan. Ketika kita menyatukan hati dalam penyembahan, kita juga membuka ruang bagi karya-Nya yang hidup di tengah-tengah kita.