Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36

Setting konteks segera 2 Tawarikh 5:9
Makna teologis: apa yang ayat ini ungkapkan tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa tabut perjanjian adalah simbol kehadiran Allah yang kudus di tengah umat-Nya. Keterbatasan yang disengaja—hulu kayu pengusung hanya terlihat di dalam—menunjukkan bahwa kemuliaan Allah tidak boleh diukur atau diakses sembarangan; ada batas yang mengingatkan manusia akan kudusnya Allah. Contoh ini menekankan bahwa iman tidak hanya soal akses fisik ke simbol kehadiran Allah, melainkan pengakuan akan kekudusan-Nya dan pemeliharaan-Nya oleh umat-Nya melalui upacara, ketertiban, dan ketaatan hukum-Nya.
Istilah penting dan gambaran visual
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa lintasan paralel menekankan kemuliaan Allah yang tidak dapat dinikahi sembarangan. Misalnya, kisah kemuliaan Allah turun di Bait Suci ketika tabut berada di tengah umat, yang memberi gambaran bagaimana kemuliaan-Nya memimpin dan meneguhkan ibadah. Juga ada peringatan bahwa persekutian dengan Allah harus diadakan dengan hormat dan tata tertib-Nya (bandingkan konsep kemuliaan-Nya yang tidak bisa diprovokasi).
Referensi silang yang relevan
Pemikiran praktis untuk masa kini
Bagian ini mengingatkan kita bahwa kemurnian hubungan dengan Allah tidak terletak pada ritus yang kosong, melainkan pada ketaatan hati kepada Allah yang kudus. Dalam konteks jemaat hari ini, kita diajak untuk menghormati kehadiran Allah melalui hidup yang saleh, ketaatan pada firman-Nya, serta penyembahan yang berpusat pada firman-Nya, bukan sekadar simbol-simbol luar.
Catatan pengajaran dari tokoh komentar gerejawi (singkat)
Beberapa penafsir publik domain menyoroti bahwa hidungheit bagian tabut yang tampak hanya dari dalam menggarisbawahi kemurnian ibadah: Allah tidak bisa dipakai sebagai objek kucing-untuk-dilihat saja; kehadiran-Nya menguji hati yang bersembunyi di balik ritual. Ringkasnya, kekudusan-Nya menuntut kemurnian hidup umat-Nya.
Inti ayat ini adalah bahwa kedudukan tabut sebagai simbol perjanjian Allah memang menjunjung kemuliaan yang suci; manusia dipanggil menghormati dan mengikuti petunjuk-Nya dengan hati yang tunduk.