Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Korintus 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
1 Korintus 5:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
akan menyerahkan orang semacam itu kepada Iblis untuk membinasakan tubuhnya, supaya rohnya terselamat di dalam Hari Tuhan itu.
1 Korintus 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Korintus 5:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Timotius 1:20 (IDN) »
Demikianlah Himeneus dan Iskandar, yang sudah aku serahkan kepada Iblis, supaya mereka itu diajar jangan menghujat.

2 Tesalonika 3:14 (IDN) »
Jikalau barang seorang tiada menurut seperti perkataan kami yang di dalam surat kiriman ini, camkanlah orang itu dan jangan bercampur gaul dengan dia, supaya ia boleh menjadi malu.

Galatia 6:1 (IDN) »
Hai saudara-saudaraku, jikalau seorang kedapatan di dalam barang sesuatu kesalahan, hendaklah kamu, yang rohani itu, membaikkan orang yang demikian, dengan roh yang lemah lembut sambil memperhatikan dirimu sendiri, supaya jangan engkau juga kena pencobaan.
Mengapa ayat ini penting
Ayat 1 Korintus 5:5 menimbulkan pertanyaan tajam tentang bagaimana gereja menghadapi dosa yang terlihat tidak terkendali di antara sesama orang percaya. Ayat ini menyoroti realitas disiplin gereja dalam menjaga kemurnian komunitas iman, agar tindakan yang salah tidak membinasakan seluruh komunitas, dan agar pribadi yang berbuat dosa berat mengalami pemulihan yang tulus dengan tujuan akhirnya rohnya tetap terselamat di Hari Tuhan.
konteks aslinya
Pada jemaat Korintus, Paulus menghadapi berbagai masalah sosial dan moral. Dalam pasal ini ia mengulas kasus seorang anggota jemaat yang menjalani hubungan tidak pantas dengan seorang janda, yang dianggap keliru bahkan oleh kebiasaan budaya saat itu. Paulus menegaskan perlunya tindakan disiplin yang tegas, agar sikap dosa tidak dipuji sebagai kebebasan, melainkan diubahkan menjadi pertobatan dengan dampak rohani bagi pribadi dan komunitas.
inti mesjanya
Ayat 5 menegaskan bahwa gereja perlu menyerahkan orang itu kepada Iblis untuk pembinasaan tubuhnya, sehingga rohnya terselamat pada Hari Tuhan. Ini bukan penghukuman akhir yang brutal, melainkan langkah disiplin yang bertujuan memulihkan, membongkar sindiran status quo, dan membawa orang tersebut kembali kepada Tuhan. Pembinasaan tubuh di sini dipahami sebagai dampak atau konsekuensi yang nyata terhadap hidup etisnya, agar nilai rohani dan keselamatan kekal tetap menjadi fokus utama.
Anda dapat menelusuri tema disiplin dan pemurnian dalam ayat-ayat berikut (tanpa menyalin teks panjang): - Matius 18:15-17: prosedur penyelesaian perselisihan dan tindakan tegas bila diperlukan untuk menjaga integritas komunitas. - 2 Tesalonika 3:14-15: sikap terhadap yang bersalah dengan tujuan pemulihan, bukan pengucilan murni. - Ibrani 12:6-11: disiplin Allah untuk mendidik, dengan tujuan akhlak yang lebih dewasa.
Disiplin di dalam jemaat bukan untuk membangkitkan rasa superior, melainkan untuk mengembalikan yang tersesat kepada jalan Tuhan. Ayat ini menekankan bahwa tindakan tegas memang diperlukan demi menjaga kemurnian hidup jemaat, tetapi tujuan akhirnya adalah keselamatan kekal setiap anggota melalui pertobatan dan pemurnian diri oleh karya Roh kudus.
Ketika komunitas iman berhadapan dengan dosa yang nyata di antara anggotanya, kita diajak melihat keseimbangan antara kasih yang memanusiakan dan kebenaran yang menuntun pada hidup yang lebih kudus. Doa dan pemeliharaan jemaat perlu berjalan bersama: mengampuni, menyatakan larangan dengan kasih, dan mendorong pertobatan. Dalam semua itu, harapan tetap bahwa roh manusia dapat terselamat melalui Day Tuhan, ketika kita menaruh kepercayaan pada anugerah-Nya yang menyelamatkan.
Catatan: Kutipan langsung dari komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke disertakan hanya jika ada kutipan singkat yang relevan. Ekstrak singkat yang relevan telah dimasukkan dalam bahasa Indonesia saat diperlukan untuk menjaga keluwesan pembacaan tanpa mengubah makna asli.