Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Korintus 5:7 Tafsiran ayat Alkitab
1 Korintus 5:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Buangkan ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi segumpal yang baharu, sebab kamu memang tiada bercampur ragi. Karena sudah tersembelih Pasah kita, yaitu Kristus.
1 Korintus 5:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Korintus 5:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Petrus 1:19 (IDN) »
melainkan dengan darah yang mulia, yang seperti darah anak domba yang tiada bercela dan tiada bercacat, yaitu darah Kristus.

Efesus 4:22 (IDN) »
yaitu akan hal kelakuanmu yang dahulu itu, kamu membuangkan perangaimu yang lama, yang rusak menurut daya hawa nafsu,

Kisah Para Rasul 8:32 (IDN) »
Adapun nas yang dibacanya di dalam kitab itu, demikian bunyinya: Bahwa Ia dibawa seperti seekor domba akan disembelih, dan seperti seekor anak domba bisu di hadapan penggunting, demikianlah tiada Ia membuka mulutnya,
1 Korintus 5:7 dalam Konteks Gereja Korint
Ayat ini berada dalam surat Paulus kepada jemaat Korintus yang menyoroti masalah kekudusan di tengah komunitas yang banyak menghadapi godaan dunia. Paulus menasihati agar jemaat menjauhi persekongkolan dengan dosa yang terulang, khususnya kasus perzinahan yang diberitakan (4:18–5:2). Dalam konteks itu, ia menggunakan perumpamaan ragi untuk mengingatkan jemaat bahwa satu dosa yang tidak ditangani dapat merusak seluruh komunitas, sama seperti ragi yang memengaruhi adonan. Namun, beri perhatian bahwa bahasa ini juga menekankan pembaruan identitas mereka: karena mereka telah dibinasakan oleh “Pasah” yang sudah disembelih, yaitu Kristus, mereka dipanggil hidup dalam kemurnian.
Makna inti ayat
Ragi sering dipakai sebagai simbol pengaruh yang merusak. Paulus menyatakan bahwa umat Kristen telah dibawa ke dalam kemurnian melalui kematian dan kebangkitan Kristus, sehingga mereka seharusnya tidak membiarkan dosa mengakar. “Buangkan ragi yang lama itu” adalah seruan untuk memurnikan hidup secara nyata, bukan sekadar menghindari perbuatan dosa secara lahiriah, melainkan juga mengubah sikap batin dan cara hidup. Frasa “sebab kamu memang tiada bercampur ragi” menegaskan identitas mereka sebagai umat yang kudus karena karya Pasca Kristus, bukan karena usaha mereka sendiri.
Kemungkinan tema utama
Referensi silang yang relevan
• Markus 14:38 menekankan unsur kewaspadaan rohani dan kesiagaan iman, sejalan dengan kebutuhan jemaat untuk menjaga kekudusan dalam komunitas. • Ibrani 10:23–25 mengingatkan pentingnya menguatkan iman bersama, bukan membiarkan godaan mengolah karakter komunitas secara negatif. • Roma 6:22–23 menggarisbawahi pembebasan untuk hidup dalam kebenaran, yang sejalan dengan tema kemerdekaan dari “ragi lama.”
Penjelasan singkat: ayat-ayat silang ini menegaskan bahwa kekudusan bukanlah usaha pribadi semata, melainkan hasil kerja Kristus dan partisipasi komunitas dalam hidup kudus.
Rangkaian refleksi praktis
Rangkuman singkat
1 Korintus 5:7 menekankan kebutuhan membersihkan dosa yang tersebar dalam komunitas dengan segenap hidup, karena umat percaya telah dipersatukan dalam Pasal Kristus. Pembaruan rohani dan budaya kekudusan menjadi ciri khas jemaat yang hidup menurut karya Sang Pasah, bukan menurut kebiasaan lama.
Kutipan pendamping (ringkas)
\"Buangkan ragi yang lama itu\" (paralel dari karya pembaruan Kristus atas umat percaya). Ulasan-kolaboratif dari sumber-sumber klasik menyoroti bahwa kekudusan komunitas berkaitan erat dengan identitas baru dalam Kristus dan tanggung jawab bersama untuk menjaga kemurnian hidup.