Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Korintus 5:2 Tafsiran ayat Alkitab
1 Korintus 5:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan kamu ini membesarkan dirimu, maka tiadakah lebih patut kamu berdukacita, supaya orang yang melakukan perbuatan ini dibuangkan dari antaramu?
1 Korintus 5:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Korintus 5:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 2:20 (IDN) »
Tetapi Aku ada suatu hal ke atasmu, yaitu engkau membiarkan perempuan bernama Izebel yang mengatakan dirinya nabiah, dan yang mengajar serta menyesatkan hamba-hamba-Ku berzinah dan makan barang yang dipersembahkan kepada berhala.

2 Korintus 7:7 (IDN) »
dan bukannya dengan kedatangannya itu sahaja, melainkan dengan penghiburan yang ia sudah dihiburkan oleh kamu juga, tatkala diceriterakannya kepada kami kerinduanmu, dan tangisanmu, dan usahamu karena aku, sehingga terlebih besar sukacitaku.

Bilangan 25:6 (IDN) »
Maka sesungguhnya, datanglah seorang dari pada bani Israel, dibawanya kepada saudaranya akan seorang perempuan Midiani di hadapan mata Musa dan di hadapan mata segenap sidang bani Israel, sementara mereka itu bertangis-tangisan di hadapan pintu kemah perhimpunan.
1 Korintus 5:2 dalam Konteks Gereja Korintia
Ayat ini muncul dalam konteks surat Paulus kepada jemaat di Korintus ketika ada kasus pelanggaran serius di antara mereka. Paulus menegaskan bahwa jemaat seharusnya tidak membiarkan perbuatan mengerikan tetap terjadi dalam komunitasnya. Ayat ini menanggung peringatan dan dorongan untuk bertindak demi kemurnian (kudus) jemaat serta menjaga kesaksian Kristus di antara orang-orang luar.
Makna utama ayat
Rohani, Paulus menertibkan jemaat karena mereka bertindak seolah-olah tidak ada yang salah. Mereka seharusnya merespon dengan dukacita rohani atas dosa yang terang-terangan, sehingga tindakan eksklusif dapat diambil untuk menjaga integritas komunitas. Poin inti: penindasan dosa yang terbuka tidak selalu dimaksudkan sebagai penghukuman penuh, melainkan sebagai langkah untuk memurnikan komunitas dan membimbing orang yang berdosa menuju pertobatan.
Tema sentral
Kunci pemahaman dari Tokoh Penafsir Terkenal
Beberapa penafsir terkenal menekankan pentingnya menjaga kemurnian gereja sambil tetap mengirimkan sikap kasih. Menurut pemikiran para penafsir publik domain (seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke), tanggapan komunitas terhadap dosa publik di antara mereka bukanlah tindakan hinaan, melainkan bentuk disiplin didasari kasih demi pertumbuhan rohani semua anggotanya. Mereka menekankan bahwa tindakan semacam itu harus proporsional dan tepat sasaran, dengan tujuan membangun kembali garis moral jemaat.
Arah praktis dan dampak gerejani
Respon gereja terhadap dosa publik sering berupa dukacita rohani, peninjauan ulang praktik jemaat, dan, jika perlu, ekskomunikasi sementara untuk mematahkan penyebaran dosa. Tujuan akhirnya adalah menuntun belaskah hidup menuju pertobatan. Dalam konteks ini, jemaat dipanggil menjaga kesaksian Kristen sambil tetap membuka pintu untuk pertobatan orang yang berdosa, bukan untuk mengucilkan secara sempit sepanjang masa.
Rujukan silang yang relevan
Refleksi praktis
Gereja perlu menilai bagaimana menanggapi pelanggaran besar di antara anggotanya tanpa kehilangan nuansa kasih. Langkah disiplin harus sejalan dengan kepedulian untuk membangun karakter Kristus dalam jemaat, serta menyucikan kesaksian Kristen di tengah masyarakat. Pertobatan tetap menjadi tujuan utama, bukan sekadar menghukum.
Ringkasan singkat
Ayat ini menekankan bahwa jemaat Kristus tidak bisa membiarkan dosa terang-terangan berkembang di tengah mereka. Mereka seharusnya merasakan dukacita rohani dan mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kemurnian komunitas, agar kesaksian Kristus tetap kuat dan peluang pertobatan bagi pelaku tetap terbuka.