Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Korintus 5:9 Tafsiran ayat Alkitab
1 Korintus 5:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Aku sudah menyuratkan kepadamu di dalam suratku minta jangan bercampur dengan orang yang berzinah;
1 Korintus 5:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Korintus 5:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Efesus 5:11 (IDN) »
Dan jangan kamu bersekutu dengan segala perbuatan gelap yang tiada berfaedah, melainkan lebih baik menyalahkan dia,

2 Tesalonika 3:14 (IDN) »
Jikalau barang seorang tiada menurut seperti perkataan kami yang di dalam surat kiriman ini, camkanlah orang itu dan jangan bercampur gaul dengan dia, supaya ia boleh menjadi malu.

2 Tesalonika 3:6 (IDN) »
Hai saudara-saudaraku, kami berpesan kepadamu dengan nama Tuhan Yesus Kristus, menjauhkan dirimu daripada tiap-tiap saudara yang tiada senonoh kelakuannya, dan tiada menurut pengajaran yang diterimanya daripada kami.
Makna Langsung 1 Korintus 5:9
Inti ajaran Rasul Paulus di ayat ini adalah panggilan untuk menjaga komunitas jemaat dari persekutuan yang dapat merusak iman dan kesucian hidup. Paulus meninjau kembali surat-suratnya untuk menegaskan bahwa umat percaya tidak boleh berkolaborasi secara intim atau akrab dengan orang yang hidup dalam praktik zinah secara terus-menerus, karena hal itu bisa mengikis disiplin rohani dan kesaksian gereja.
Latar Belakang Kontekstual
Konteks 1 Korintus adalah jemaat di Korintus yang berhadapan dengan penyimpangan etika dan praktik keilahian yang keliru. Paulus menulis untuk menegaskan disiplin gereja dan menjaga kemurnian komunitas di tengah budaya yang licin. Ayat ini merujuk pada surat sebelumnya yang menyinggung tentang larangan bercampur dengan orang berzinah, sebagai bagian dari upaya menjaga kemurnian gereja dalam bersekutu, ibadah, dan hidup keseharian.
Observasi Penafsiran
Beberapa hal penting dalam ayat ini dan konteksnya:
Renungan Tema
Rujukan Silang yang Relevan
- 2 Korintus 6:14-17: Keterkaitan antara persekutuan iman dengan jarak dari praktik tidak kudus, untuk menjaga kemurnian panggilan.
- 2 Tesalonika 3:14-15: Pentingnya menjaga jarak dari sesama yang menolak etika iman, sambil tetap mengasihi sebagai saudara.
- Matius 18:15-17: Proses pemulihan dalam komunitas gereja ketika ada dosa di antara sesama, dengan tujuan rekonsiliasi.
Quotable Insight (Referensi Para Penafsir Public Domain)
Beberapa kutipan ringkas yang relevan dengan pola pemikiran para penafsir terdahulu:
Matthew Henry menekankan perlunya menjaga kekudusan gereja dan penggunaan disiplin untuk memelihara tatanan hidup rohani. Albert Barnes membahas mekanisme pemurnian komunitas melalui instrumen kepemimpinan rohani. Adam Clarke menegaskan bahwa maksud Paulus adalah menjaga jemaat dari dampak buruk yang timbul akibat persekutuan dengan orang yang terus-menerus berbuat zinah.
Aplikasi Praktis yang Terbatas
Praktik utama adalah menjaga kebersamaan jemaat dari pola hidup yang secara langsung menantang iman. Namun, tekankan kasih dan pemulihan melalui proses yang jelas, sehingga jemaat tetap terbuka terhadap pendisiplinan rohani tanpa kehilangan kasih kepada sesama manusia yang berdosa.
Ringkasan Penuntun Ayat
Ayat ini menegaskan bahwa jemaat dipanggil berhati-hati dalam persekutuan dengan mereka yang hidup dalam praktik tidak kudus. Tujuannya adalah menjaga kekudusan komunitas sambil berupaya memulihkan mereka yang tersesat melalui jalur yang benar.