Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Korintus 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
1 Korintus 5:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Adapun aku ini sungguhpun diriku tiada hadir, tetapi rohku hadir, maka sama seperti aku hadir, sudahlah sedia hukumanku atas orang yang mengerjakan sedemikian ini.
1 Korintus 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Korintus 5:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kolose 2:5 (IDN) »
Karena sungguhpun diriku tiada hadir, tetapi rohku menyertai kamu dengan sukacita, sebab memandang peraturanmu dan ketetapan imanmu kepada Kristus.

1 Tesalonika 2:17 (IDN) »
Tetapi kami ini, hai saudara-saudaraku, sebab kami sudah terabut daripada kamu di dalam sedikit masa ini hilang di mata, bukan di hati, maka sudahlah kami berusaha dengan teramat sangat hendak berjumpa kamu dengan sangat rindu;

2 Korintus 10:1 (IDN) »
Adapun aku ini, Paulus sendiri, menasehatkan kamu dengan lemah lembut dan kemurahan Kristus, aku yang, jikalau berhadap agaknya "merendahkan diri", tetapi jikalau berjauhan "berani sangat" kepadamu.
1 Korintus 5:3 (IDN) — Konteks Seketika dan Penjagaan Kekudusan Gereja
Setting segera: Dalam surat kepada jemaat Korintus, Rasul Paulus menanggapi masalah serius penyimpangan moral di antara orang percaya, yaitu perihal seseorang yang mempraktikkan hubungan tidak layak dengan istri ayahnya sendiri (kasus yang disebut sebagai pelanggaran besar di antara mereka). Paulus menegaskan bahwa otoritas gereja harus diberlakukan atas situasi seperti itu, meskipun ia tidak hadir secara jasmani di antara mereka pada saat itu. Ia menulis karena keadaan yang mengancam kesucian jemaat dan integritas iman publik.
Apa yang diungkapkan teks tentang Allah dan iman
Teks ini menekankan bahwa gereja adalah komunitas yang dipanggil untuk hidup dalam kekudusan. Keberatan rohani bukan sekadar masalah pribadi, melainkan ujian bagi kesatuan dan otoritas jemaat. Allah memanggil umat-Nya kepada pemurnian hidup, dan iman yang hidup menuntun jemaat untuk menegakkan prinsip-injil meskipun menghadapi konflik internal. Pada akhirnya, tindakan disiplin gereja dipandang sebagai upaya menjaga citra Kristus dalam dunia dan memelihara keselamatan jemaat.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa referensi lintas yang relevan:
Penjelasan singkatnya: disiplin jemaat diwarnai keadilan, kasih, dan tujuan pemulihan—bukan penghakiman semata. Prinsipnya adalah menjaga kekudusan komunitas sambil mempersiapkan jalan bagi pertobatan.
Aplikasi untuk jemaat sekarang
Gereja masa kini dipanggil menyeimbangkan kasih dengan kebenaran. Ketahui bahwa otoritas jemaat tetap penting untuk menjaga kekudusan komunitas, menuntun orang yang jatuh kembali pada jalan hidup yang benar, dan melindungi anggota lain dari dampak dosa. Pelayanan Gereja harus mengutamakan pemulihan rohani, transparansi, dan konsultasi yang penuh kasih tanpa mengabaikan keadilan. Jemaat diajak untuk menyikapi masalah secara berimbang: berdoa, berbicara dengan penuh kasih, dan mencari hikmat Allah dalam lidah serta tindakan yang menguatkan iman bersama.
Inti pesan: otoritas gereja dipakai untuk menjaga kesucian bersama, agar umat Kristus tetap hidup dalam kebenaran, bukan menegakkan kehendak manusia. Rogh Paulus menegaskan pentingnya tindakan konkret meski tanpa kehadiran fisik, karena kebenaran dan disiplin spiritual tidak tergantung pada kehadiran jasmani saja.
Cuplikan pendapat para komentator terkemuka (ringkas)
Beberapa penafsiran klasik menekankan bahwa disiplin gereja bukan hukuman seketika, melainkan upaya pemulihan. Mereka menyoroti bahwa hukuman harus proporsional, bertujuan untuk mempertahankan kemurnian komunitas sambil memberi kesempatan bertobat.