Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Korintus 2:16 Tafsiran ayat Alkitab
1 Korintus 2:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena siapakah yang mengetahui kasad Tuhan sehingga dapat mengajar Tuhan? Tetapi kita ini menaruh kasad Kristus.
1 Korintus 2:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Korintus 2:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 11:34 (IDN) »
Karena siapakah yang mengetahui maksud Tuhan? Atau siapakah yang menjadi pembicara-Nya?

Yohanes 16:13 (IDN) »
Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Ia pun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendak-Nya sendiri, melainkan barang yang didengar-Nya itu juga akan dikatakan-Nya; dan dikabarkan-Nya kepadamu segala perkara yang akan datang.

Yesaya 40:13 (IDN) »
Siapa gerangan sudah mengukur Roh Tuhan dan siapa menterinya yang mengajarkan Dia!
Inti Interpretatif
Dalam teks 1 Korintus 2:16, Rasul Paulus menegaskan bahwa manusia tidak mengenal penuh kasad Tuhan untuk mengajar-Nya, karena hanya Kristus yang memikul kasad Allah. Para pengikut Kristus telah menerima Roh-Nya, sehingga kita menaruh kasad Kristus di dalam diri kita dan dapat memahami hal-hal yang rohani secara supralami melalui-Nya. Ayat ini menegaskan keterbatasan pemahaman manusia sebelum karya Roh Kudus dan kedaulatan Allah yang memeteraikan mukjizat penerimaan iman melalui kasih karunia.
Latar Sastra
Pada konteks surat 1 Korintus, Paulus menanggapi permasalahan kebingungan jemaat Korintus mengenai pengajaran rohani vs. duniawi. Ia menekankan bahwa norma penafsiran rohani bukan karena kemampuan manusia, melainkan karena Roh Allah yang telah bekerja di dalam orang percaya. Frasa “kasad Tuhan” (kasad = hikmat, kehendak) mengarahkan pembaca kepada kebijaksanaan ilahi yang tidak dapat dipahami melalui logika manusia tanpa pemberian Roh.
Signifikansi Teologis
Koneksi Alkitabiah
Beberapa rujukan membawa keterangan serupa:
Pertanyaan Refleksi
Kesimpulan Singkat
Ayat ini menegaskan bahwa kearifan sejati diungkapkan bukan dari kecakapan manusia, melainkan melalui Kristus yang telah dimeteraikan dalam kita melalui Roh-Nya. Kita dipanggil untuk bergantung pada kasih karunia-Nya, membiarkan kasad-Nya membimbing pemahaman dan hidup jemaat dalam pengharapan yang kukuh kepada Kristus.
Kutipan Pendek (karya para komentator publik domain)
Matthew Henry menekankan prinsip bahwa "Roh Allah adalah guru kita untuk memahami hal-hal yang rohani." Albert Barnes menekankan bahwa hikmat ilahi tidak dapat ditiru oleh kehebatan manusia. Adam Clarke menyoroti bahwa kepastian iman datang melalui hubungan kita dengan Kristus dan karya Roh Kudus dalam hati orang percaya.
Penutupan
Melalui ayat ini, kita diajak rendah hati: kita menerima kasad Kristus bukan karena kemampuan kita sendiri, melainkan karena anugerah Roh Kudus yang bekerja di dalam komunitas percaya. Kunci memahami misteri Allah adalah bergantung pada-Nya, bukan pada argumen manusia.