Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Korintus 2:10 Tafsiran ayat Alkitab
1 Korintus 2:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi kepada kita Allah sudah menyatakan itu dengan Roh-Nya, karena Roh itulah menyelidik segala sesuatu, walaupun perkara Allah yang dalam-dalam.
1 Korintus 2:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Korintus 2:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yohanes 14:26 (IDN) »
Tetapi Penolong itu, yaitu Rohulkudus, yang akan disuruhkan oleh Bapa atas nama-Ku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala perkara itu, dan akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku sudah katakan kepadamu.

Efesus 3:3 (IDN) »
yaitu, bahwa rahasia itu sudah dinyatakan kepadaku dengan jalan wahyu, seperti yang telah kusuratkan di atas dengan ringkasnya.

Efesus 3:5 (IDN) »
(yang pada zaman dahulu belum diberitakan kepada segala anak Adam, seperti sekarang sudah dinyatakan oleh Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus),
1 Korintus 2:10 (IDN)
Ayat ini mengikuti penjelasan Paulus tentang kehendak rohani yang tidak dipahami oleh manusia batin biasa. Allah, melalui Roh-Nya, menyatakan hal-hal rohani kepada orang percaya. Roh itu menyelidik segala sesuatu, termasuk perkara Allah yang dalam-dalam. Hal ini menegaskan bahwa pemahaman rohani tidak dapat diperoleh semata-mata melalui pembelajaran manusia, melainkan melalui hubungan dengan Allah yang dinyatakan melalui Roh Kudus.
Apa yang diungkap teks mengenai Allah atau iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah Pribadi yang berinisiatif menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya. Roh-Nya adalah sarana ilahi untuk membuka kebenaran yang tidak dapat dipahami secara lahiriah. Iman Kristen berakar pada pengungkapan ilahi, bukan pada kekuatan logika manusia semata. Dengan Roh, Allah membedakan antara apa yang bersifat rohani dan apa yang tampak secara lahiriah, sehingga iman didasarkan pada wahyu-Nya.
Kata-kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian-bagian lain Alkitab
Beberapa lintasan silang penting antara ayat ini dan bagian lain mencakup:
Intinya: pemahaman rohani datang dari pewahyuan ilahi melalui Roh Kudus, bukan dari upaya manusia semata.
Aplikasi sekarang
Untuk orang percaya hari ini, ayat ini mengingatkan pentingnya bergantung pada Roh Kudus untuk memahami firman Allah. Doa yang releva adalah memohon hikmat-Nya agar rohani kita bisa menangkap maksud Tuhan di balik ajaran dan pengalaman hidup. Ketika kita membaca Alkitab, minta Roh untuk membuka pemahaman kita, menyatakannya kepada hidup kita, dan menuntun kita dalam kebenaran.
Renungan singkat dari tokoh Rohani terdahulu
Beberapa pandangan klasik menekankan bahwa tanpa pewahyuan Roh, manusia hanya menerima permukaan makna. Namun, dengan bantuan Roh, kita dapat melihat maksud Allah yang dalam. “Roh itu menyelidik segala sesuatu” menuntun kita untuk merendahkan diri di hadapan Allah dan meminta pimpinan-Nya dalam segala ajaran dan pengalaman.
Rujukan silang singkat
Ye 40:13-14; Efesus 1:17-18; 1 Yohanes 2:27. Penjelasan singkat: Allah memberi hikmat melalui Roh untuk memahami hakikat-Nya; kita perlu pengertian rohani agar tetap hidup dalam iman yang berakar pada wahyu-Nya, bukan budaya atau tradisi manusia.