Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Korintus 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
1 Korintus 2:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi orang yang rohani itu menyelidiki segala perkara, maka ia sendiri tiada diselidik oleh seorang jua pun.
1 Korintus 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Korintus 2:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 28:5 (IDN) »
Orang jahat tiada mengerti barang yang benar, tetapi orang yang mencahari Tuhan mengerti segala perkara.

1 Korintus 14:37 (IDN) »
Jikalau barang seorang menyangkakan dirinya nabi atau orang rohani, hendaklah ia mengetahui barang yang aku suratkan kepadamu itulah hukum Tuhan.

1 Korintus 2:15 (IDN)
Ayat ini mengikuti penjelasan tentang bagaimana orang rohani memiliki kemampuan untuk memahami perkara rohani dengan bimbingan Roh Kudus, berbeda dengan manusia daging yang mengerti menurut akalnya sendiri. Dalam konteks jemaat Korintus yang berhadapan dengan ajaran-ajaran yang beragam, Rasul Paulus menegaskan bahwa kebenaran Allah dinyatakan secara rohani dan orang rohani yang menerima Roh Allah dapat menilai segala sesuatu.
Setting segera ayat
Paulus menulis untuk meneguhkan iman jemaat Korintus yang terbagi antara mengikuti hikmat manusia dan hikmat Allah. Ayat ini menjelaskan bagaimana orang rohani menilai segala perkara, tetapi tidak dinilai atau diselidik oleh manusia lainnya karena pandangan hidupnya berasal dari Sang Roh.
Apa yang diajarkan ayat ini tentang Allah dan iman
Inti ajarannya adalah karya Roh Kudus membentuk persepsi imaniah sehingga orang percaya dapat memahami hal-hal rohani yang tidak dapat dipahami oleh akal manusia natural. Allah memberikan hikmat-Nya kepada orang percaya agar mereka memahami rahasia keselamatan, kasih-Nya, dan rencana-Nya di dalam Kristus. Dalam konteks permusyikatan kebijaksanaan manusia vs. kebijaksanaan Allah, ayat ini menegaskan bahwa penilaian sejati tentang dunia dan kehidupan berasal dari hubungan dengan Allah melalui Roh-Nya.
Istilah penting dan gambaran imagery
“Orang yang rohani” merujuk pada seseorang yang dipimpin oleh Roh Kudus, memiliki pemahaman spiritual yang berbeda dari mereka yang hidup menurut daging. “Menyelidiki segala perkara” berarti menanggung beban mencari inti rohani—menilai perkara di bawah terang ilahi, bukan mengandalkan opini manusia. “Tidak diselidik oleh seorang jua pun” menunjukkan bahwa penilaian rohani tidak bisa direduksi menjadi standar dunia; penilaiannya berasal dari Allah dan karenanya menilai dengan kebenaran ilahi.
Cross-references (singkat)
Penjelasan singkat bagi pembaca zaman kini
Ayat ini mengingatkan kita bahwa pengenalan akan Allah tidak bergantung pada kecerdasan manusia semata. Mereka yang dipimpin Roh dapat memahami misteri injil dan hidup dalam kebenaran yang melampaui penalaran biasa. Namun, hal ini tidak menggurui kita untuk menilai sesama secara superior; sebaliknya, kita dipanggil untuk merendahkan diri dan bergantung pada bimbingan-Nya saat menghadapi berbagai ajaran dan tantangan modern.
Aplikasi praktis
Catatan singkat mengenai kutipan para komentator klasik
Beberapa tafsiran klasik menyatakan bahwa kebijakan rohani tidak bisa diukur dengan standar dunia; Roh Allah membedakan antara hikmat duniawi dan hikmat-Nya yang tersembunyi dalam Kristus. Jika ada kutipan pendek dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan, akan dicatat di bagian ini. Saat ini, inti pemahaman adalah bahwa “orang rohani” memiliki kapasitas untuk menyelidiki hal-hal rohani karena Firman dan Roh bekerja dalam dirinya, bukan karena dirinya sendiri.