Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Tawarikh 1 1 Tawarikh 2 1 Tawarikh 3 1 Tawarikh 4 1 Tawarikh 5 1 Tawarikh 6 1 Tawarikh 7 1 Tawarikh 8 1 Tawarikh 9 1 Tawarikh 10 1 Tawarikh 11 1 Tawarikh 12 1 Tawarikh 13 1 Tawarikh 14 1 Tawarikh 15 1 Tawarikh 16 1 Tawarikh 17 1 Tawarikh 18 1 Tawarikh 19 1 Tawarikh 20 1 Tawarikh 21 1 Tawarikh 22 1 Tawarikh 23 1 Tawarikh 24 1 Tawarikh 25 1 Tawarikh 26 1 Tawarikh 27 1 Tawarikh 28 1 Tawarikh 29



1 Tawarikh 14:10 (IDN) — Daud Menanyakan Allah tentang Rencana Perang
Dalam konteks kitab Tawarikh, kita melihat Daud menghadapi ancaman Filistin saat kerajaan Israel diteguhkan dan persiapan perang sedang berlangsung. Daud tidak mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan mencari persetujuan dan arah Tuhan sebelum bertindak. Ayat ini menggambarkan ketaatan Daud yang berdoa kepada Allah dan menerima petunjuk ilahi: Tuhan akan menyerahkan tentara Filistin ke tangannya. Respons ilahi ini menegaskan bahwa kemenangan datang melalui kehendak dan penyertaan Tuhan, bukan semata-mata lewat strategi manusia.
Makna utama ayat
Ayah ini menekankan kombinasi iman dan tindakan: Daud mempersembahkan rencana perang kepada Allah, menunggu firman-Nya, lalu menerima otoritas ilahi untuk melangkah. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berhasil dalam sejarah umat Israel bergantung pada hubungan yang hidup dengan Tuhan dan ketaatan kepada kehendak-Nya.
Tema-tema penting
Cross-reference yang relevan
- Hak 7:First contoh kepatuhan terhadap instruksi Tuhan sebelum peperangan, memperlihatkan bahwa kemenangan datang melalui penyertaan Allah. Penjelasan kontekstual: mengingat bahwa keberhasilan militer diiringi oleh ketaatan rohani.
- Mazmur 20:7-8 menunjukkan pilihan antara mempercayai kuda dan tembok perang versus menaruh percaya pada Allah. Penekanan pada kebergantungan pada Tuhan dalam pertempuran rohani maupun jasmani.
- 2 Samuel 5:22-25 menggambarkan pola serupa saat Daud menghadapi tentara Filistin dengan perintah Tuhan yang spesifik, memperlihatkan kesinambungan tema wahyu ilahi sebelum tindakan militer.
Refleksi praktis
Ketika menghadapi keputusan besar, kita diajak menelusuri langkah-langkah doa sebelum tindakan. Doa yang jujur membuka telinga terhadap arah Tuhan. Tanggapan Allah dalam ayat ini adalah dorongan bagi kita untuk berserah, mendengar firman-Nya, dan melangkah dengan percaya meskipun risiko tampak besar. Dalam konteks gereja dan keluarga, prinsip ini mengajar kita untuk melibatkan Tuhan dalam perencanaan, memastikan niat kita sejajar dengan kehendak-Nya.
Inti penutup
1 Tawarikh 14:10 menegaskan bahwa kemenangan sejati datang ketika kita mencari petunjuk Tuhan terlebih dahulu dan mengikuti perintah-Nya. Daud menjadi contoh seorang pemimpin yang menyadari bahwa kuasa besar milik Tuhan; umat dipanggil untuk menaruh ketergantungan pada-Nya lebih daripada pada strategi manusia.
Catatan editorial
Cuplikan pendek dari komentator-Plagiat PD: “Maka firman Tuhan: Pergilah juga, karena Aku menyerahkan mereka itu kelak kepada tanganmu.” Menggarisbawahi sumber ilahi sebagai dasar tindakan, bukan semata-mata upaya manusia.