Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZefanya 3:12 Tafsiran ayat Alkitab
Zefanya 3:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sisa yang Kutinggalkan kelak di tengah-tengahmu itu akan suatu bangsa yang lembut dan rendah hatinya dan yang harap pada nama Tuhan.
Zefanya 3:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zefanya 3:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 14:32 (IDN) »
Maka apa gerangan akan disahut orang kepada suruhan bangsa itu? Bahwa sesungguhnya Tuhan sudah meneguhkan Sion, supaya segala umat-Nya yang teraniaya itu lari berlindung ke dalamnya.

Nahum 1:7 (IDN) »
Bahwa Tuhan itu baik dan suatu perlindungan pada masa kepicikan; diketahui-Nya akan mereka sekalian yang harap pada-Nya.

Yesaya 50:10 (IDN) »
Siapakah di antara kamu yang takut akan Tuhan, yang mendengar akan kata hamba-Nya? Apabila ia berjalan dalam kegelapan dan tiada terang padanya, hendaklah diharapkanya pada nama Tuhan serta bersandar kepada Allahnya.
Zefanya 3:12 (IDN) — Setting, Makna, dan Aplikasi
Immediate setting: Zefanya 3 berakhir dengan janji pemulihan bagi umat Allah. Pada bagian ini, Allah mengumpulkan umat-Nya dari berbagai tempat, membersihkan mereka dari kebingungan dan ketidaktaatan, hingga sebuah bangsa yang rendah hati tumbuh di antara mereka. Ayat 12 menyoroti sisa umat yang tetap setia di tengah-tengah kekacauan, menunjukkan bahwa Allah bekerja melalui kelemahlembutan hati untuk membentuk sebuah komunitas yang berkenan di hadapan-Nya.
Apa yang dinyatakan ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan sifat Allah yang berbelas kasihan, sabar, dan berkomitmen pada pemulihan. Allah tidak memilih untuk menghancurkan sepenuhnya, melainkan menyisakan sebuah kelompok kecil yang lembut hati dan berharap pada nama Tuhan. Frasa “sisa yang Kutinggalkan” menekankan rencana-Nya yang tetap meskipun ada penolakan mayoritas; Allah bekerja secara khusus melalui iman yang rendah hati. Dalam konteks Zefanya, iman bukan sekadar percaya, melainkan hidup dalam penyerahan penuh kepada Tuhan, mengindahkan perintah-Nya, dan menaruh harapan yang teguh pada kedaulatan-Nya.
Penjelasan kata dan gambaran utama
Hubungan silang dengan teks-teks lain
Berikut beberapa rujukan relevan beserta makna singkatnya:
Surat penuntun bagi masa kini
Aplikasi praktis: budaya kekhawatiran dunia saat ini bisa membuat jemaat kehilangan fokus pada Tuhan. Ayat ini mengundang kita untuk membentuk komunitas yang rendah hati—bukan sombong atau mandiri, melainkan bergantung pada Allah, menaruh harapan pada Dia, dan hidup dengan kasih sesama. Ketimbang menonjolkan kekuatan sendiri, umat Allah dipanggil untuk menjadi teladan kelembutan hati yang merespon dengan belas kasihan, keadilan, dan kesetiaan kepada perintah-Nya.
Inti pesan dalam satu rangkuman
Yang tersisa di tengah dunia yang bergolak adalah mereka yang hidup dalam kerendahan hati dan penyerahan kepada Tuhan, berharap pada nama-Nya. Allah berpegang pada rencana-Nya: memurnikan, memulihkan, dan membentuk sebuah bangsa yang lembut hati yang memancarkan iman yang teguh kepada Tuhan.
Catatan kutipan eksplisit dari komentator kuno (jika ada): Tidak ada kutipan langsung panjang yang diambil secara verbatim dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini. Namun, gagasan utama tentang sisa yang rendah hati dan pengharapan pada Allah sejalan dengan pandangan mereka mengenai pemulihan ilahi melalui kerendahan hati dan ketergantungan pada Tuhan.