Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZefanya 3:16 Tafsiran ayat Alkitab
Zefanya 3:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Pada hari itu juga orang akan berkata kepada Yeruzalem demikian: Janganlah engkau takut, hai Sion, janganlah beri tanganmu menjadi lemah.
Zefanya 3:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zefanya 3:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.



Makna Langsung Zefanya 3:16 (IDN)
Pada hari itu Yerusalem didorong untuk tidak takut dan tidak kehilangan keberanian. Ayat ini menekankan pemulihan suasana hati umat Tuhan ketika ancaman telah berlalu, sehingga mereka dapat berjalan dengan keyakinan di tengah lingkungan yang dulunya menakutkan.
Latar belakang konteks
Surat Zefanya ditujukan kepada umat Israel yang hidup di masa pembuangan dan pasca-pembuangan, menyoroti keselamatan dan pemulihan Yerusalem. Perasaan takut sering menguasai saat menghadapi musuh, tetapi pesan Tuhan melalui nabi menegaskan bahwa masa kesulitan telah berlalu dan umat-Nya dipanggil untuk percaya kepada perlindungan-Nya. Dalam konteks ini, “hari itu” menunjuk kepada masa pemulihan ilahi ketika Tuhan memulihkan kota-Nya dan mengembalikan semangat umat-Nya.
Observasi interpretatif
- Suara penyemangat ini menekankan penahanan rasa takut: “Janganlah engkau takut” dan “janganlah beri tanganmu menjadi lemah.”
- Janji ini tidak semata-mata bersifat emosional; ia terkait kepada penyertaan Allah yang membangun kembali kekuatan umat-Nya untuk melangkah dalam tugas mengikut-Nya.
- Pesan ini relevan bagi pembaca saat ini: pemulihan rohani sering datang melalui pemberian ketenangan ilahi yang meneguhkan hati di tengah tantangan.
Pengamatan tematik
Rujukan silang yang relevan (singkat)
- Yesaya 35:4 menegaskan pemulihan dan kehadiran Tuhan yang membangkitkan semangat orang-orang yang berjalan dalam keberanian. - Yeremia 30:17-19 menggambarkan pemulihan bagi umat Tuhan dan dermaga kebahagiaan yang dihadirkan oleh Allah di tengah kehancuran. - 1 Tesalonika 3:8 menguatkan bahwa iman telah memberi hidup kepada jiwa meski tersebab ujian, sehingga harapan tetap hidup.
Penafsiran singkat dari tokoh gereja terkemuka (ringkas, tanpa kutipan panjang)
Para penafsir publik doman publik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menegaskan bahwa pesan ini menegaskan perlindungan ilahi atas umat-Nya dan dorongan moral untuk tetap setia. Mereka menekankan bahwa ketakutan bisa menular jika umat tidak mengingat kehadiran Tuhan yang berkuasa pemulihan. Jika diperlukan, beberapa pernyataan ringkas mereka menyoroti bahwa Tuhan sendiri memantapkan hati umat-Nya sehingga mereka dapat melanjutkan karya-Nya dengan keyakinan.
Inti praktis yang dapat kita tarik
Ringkasan tematik
Pada dasarnya, ayat ini adalah seruan divine untuk menenangkan hati umat-Nya ketika masa sulit berlalu, dan untuk melangkah dengan keberanian karena kehadiran Tuhan yang memulihkan dan menjaga Yerusalem serta umat-Nya.