Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 3:9 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 3:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tambahan pula, adapun batu yang telah Kububuh di hadapan Yosua, pada sebuah batu itu adalah mata tujuh biji, bahwasanya Aku sendiri akan mengukirkan ukirannya, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan tanah ini pada satu hari jua.
Zakharia 3:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 3:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Zakharia 4:10 (IDN) »
Sekarang di manakah ia yang mencelakan hari segala perkara kecil itu? Hendaklah hati mereka itu bersukacita, tegal dilihatnya batu ini ditentukan tempatnya oleh tangan Zerubbabil! Maka mata Tuhan ketujuh biji itu adalah memandang seluruh bumi berkeliling!

Yesaya 28:16 (IDN) »
Maka sebab itu firman Tuhan Hua demikian: Bahwa sesungguhnya Aku membubuh sebuah batu alas di Sion, sebuah batu yang telah dicoba, sebuah batu penjuru yang indah-indah, yang teperalas dengan tetap teguhnya, maka barangsiapa yang percaya akan dia, ia itu tiada akan dipermalukan;

Yeremia 50:20 (IDN) »
Maka pada hari itu dan pada masa itu, demikianlah firman Tuhan, dicahari akan salah orang Israel, tetapi tiadalah salahnya, dan akan dosa orang Yehuda, tetapi tiada didapati akan barang sesuatu dosanya; karena barangsiapa yang Kubiarkan tinggal lagi, ia itu juga sudah Kuampuni.
Mengapa ayat ini penting
Zakharia 3:9 menyingkap rencana pemurnian Allah bagi umat-Nya. Pesan ini menegaskan dua hal penting: pertama, ada batu yang akan dibangun di hadapan Yosua untuk menandai karya penyucian ilahi; kedua, Allah berjanji akan menghapuskan kesalahan tanah ini pada satu hari jua. Ayat ini membangkitkan harapan bahwa Allah sendiri yang aktif memulihkan komunitas umat-Nya dari dosa dan ketidaksetiaan, bukan sekadar manusia yang berusaha menebus dirinya sendiri.
Latar belakang asli konteksnya
Zakharia pasal 3 beresonansi dalam rangka nabi Zakharia yang menguatkan semangat pasukan yang kembali dari pembuangan untuk membangun kembali Bait Allah di Yerusalem. Yosua, imam besar, berhadapan dengan tantangan roh-roh kemunafikan dan gangguan dari musuh. Dalam suasana pembaruan, Tuhan menegaskan bahwa pemurnian akan datang melalui tindakan-Nya sendiri: sebuah batu di hadapan Yosua dengan tujuh mata—melambangkan kesempurnaan dan kelengkapan karya-Nya. Janji "Aku akan menghapuskan kesalahan tanah ini pada satu hari jua" menekankan penyelesaian ilahi yang tunggal dan pasti pada waktu-Nya.
Pesan pokok ayat
Ayat ini menyampaikan bahwa pemurnian umat Allah tidak bersandar pada usaha manusia semata, melainkan atas pekerjaan Tuhan yang penuh kuasa. Batu dengan mata tujuh menggambarkan kesempurnaan ilahi, sementara penghapusan kesalahan menunjukkan penghapusan dosa dan pembaruan status umat di hadapan-Nya. Dalam konteks Zakharia, hal ini menegaskan masa depan Mesias yang memulihkan hubungan umat dengan Allah melalui karya-Nya yang menyelamatkan.
Tema Alkitabiah terkait
Beberapa ayat silang yang relevan
Renungan penutup
Ayat ini mengajar kita untuk menaruh pengharapan tidak hanya pada upaya manusia, melainkan pada Allah yang berkuasa menyucikan dan memulihkan. Perhatikan bagaimana Yohanes Pembuka di Perjanjian Baru mengaitkan gagasan pemurnian ini dengan karya Kristus: pembaruan dimulai dari dalam hati, lalu mempengaruhi kehidupan pribadi dan komunitas. Daerah pemulihan tidak terjadi karena kita layak, melainkan karena Allah beritikad untuk menghapus kesalahan kita pada satu hari yang telah ditetapkan-Nya. Biarkan janji-Nya memotivasi langkah iman kita hari ini: hidup dalam rejim kasih-Nya, mengizinkan Allah membentuk kita menjadi umat yang kudus bagi kemuliaan-Nya.
Quotable insights: "Aku akan mengukirkan ukirannya" menunjukkan tindakan Tuhan yang personal dan kreatif; "menghapuskan kesalahan tanah ini pada satu hari jua" menegaskan penyelesaian ilahi yang pasti.