Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 3:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab itu firman-Ku: Hendaklah dikenakan destar yang suci pada kepalanya! Maka dikenakan orang destar yang suci itu pada kepalanya dan dikenakannya pakaian imam kepadanya, sementara Malaekat Tuhan adalah hadir.
Zakharia 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 3:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Zakharia 6:11 (IDN) »
yaitu ambillah olehmu dari pada mereka itu emas dan perak, dan perbuatlah makota, dan kenakanlah dia pada kepala Yosua bin Yozadak, imam besar,

Keluaran 29:6 (IDN) »
dan taruhlah kulah itu di atas kepalanya dan bubuhlah jamang kesucian itu pada kulahnya.

Keluaran 28:2 (IDN) »
Dan perbuatlah akan Harun, abangmu itu, pakaian yang suci akan kemuliaan dan perhiasan.
Zakharia 3:5 (IDN)
Setting segera: Dalam visi Zakharia, nabi melihat Yoyakhin (gembala-imam) bertemu dengan malaikat Tuhan di tengah persidangan ilahi. Ketika destar suci dikenakan pada kepalanya, menyimbolkan penyucian, Imam dipakaikan pakaian imam yang suci, menandai pembaruan status dan pemulihan peran imam di hadapan Allah. Kehadiran Malaekat Tuhan menegaskan kehadiran ilahi yang mengarahkan pemulihan umat.
Apa yang diajarkan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan tema pemurnian dan pemulihan. Allah tidak membiarkan bangsa-Nya terkatung-katung dalam bekas dosa masa lalu; Ia berkomitmen untuk mengangkat pemimpin umat yang percaya kepada-Nya, memberi mereka identitas baru melalui ritual penyucian dan pakaian suci. Ketika Tuhan sendiri hadir melalui Malaekat-Nya, pemulihan umat ditegaskan sebagai kerja kasih-Nya yang aktif, bukan sekadar janji kosong.
Penjelasan kata-kata dan gambaran penting
Cross-references singkat dengan penjelasan
Aplikasi bagi masa kini
Pemulihan rohani dimulai ketika Allah menegaskan identitas kita dalam Kristus melalui penyucian roh dan pembaruan wajah pelayanan. Kita dipanggil untuk menerima destar-Nya yang suci, menaruh kepercayaan pada kehadiran-Nya yang menguatkan, dan melayani dengan integritas rohani. Dalam konteks komunitas, pemimpinnya tetap ditopang oleh firman dan roh kudus, agar ibadah dan pelayanan umat tetap kudus di hadapan Tuhan.
Ringkasan penuntun: Allah berbelas kasih dengan menyatakan pemurnian dan pembaruan identitas rohani. Destar suci dan pakaian imam menandakan hak serta tanggung jawab; kehadiran Malaekat Tuhan menegaskan karya pemulihan-Nya yang berkelanjutan.
Kutipan pendek dari tokoh komentator (ekstrak yang relevan)
Adam Clarke menyoroti bahwa penyucian dan pembaruan imam adalah gambaran keselamatan Allah bekerja untuk mengangkat umat-Nya dari kegelapan ke dalam terang-Nya melalui anugerah (abstrak, tidak mengutip teks panjang). “...the cleansing and clothing signify restoration to a holy office, through the grace of God.”
Catatan: Kutipan eksplisit dari Matthew Henry atau Albert Barnes dalam bentuk terjemahan singkat dapat ditemukan dalam hakekat komentar klasik mereka yang menggarisbawahi penyucian, hak akses ke Allah, dan pembaruan jabatan rohani.
Penutupan: Ayat ini menegaskan bahwa pemulihan umat Allah adalah kerja kasih-Nya yang memulihkan identitas rohani, bukan sekadar perubahan luar. Imam yang disucikan menjadi simbol hubungan kembali yang benar dengan Allah, karena Tuhan hadir di tengah-tengah umat-Nya untuk memulihkan kedamaian dan pelaksanaan ibadah yang kudus.