Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 3:6 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 3:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka bersaksilah Malaekat Tuhan itu kepada Yosua, katanya:
Zakharia 3:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 3:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 28:13 (IDN) »
Maka sesungguhnya Tuhanpun ada berdiri di atasnya sekali, serta firman-Nya: Aku inilah Tuhan, Allah Ibrahim, nenekmu, dan Allah Ishak, maka tanah, tempat engkau berbaring atasnya itupun akan Kuberikan kepadamu dan kepada anak buahmu.

Kejadian 48:15 (IDN) »
Lalu Israelpun memberkatilah akan Yusuf, katanya: Bahwa Allah, di hadapan hadirat-Nya sudah berjalan nenek moyangku Ibrahim dan Ishak, yaitu Allah yang telah memeliharakan daku dari pada ketika jadiku hingga sampailah kepada hari ini,

Setting segera sebelum Zakharia 3:6
Dalam pasal 3, Tuhan menegur keadaan imam-imam dan umat Israel yang pulih dari eksil, mengangkat Yosua bin Ywekhazark (Yehoshua) sebagai imam besar dan nabi Zakharia sebagai nabi yang membawa nubuat pemulihan. Pasal ini menggambarkan konflik antara keadaan najis dan kemurnian kudus-Nya, lalu Allah menyatakan pemulihan dan berkat bagi kota-Nya melalui peran imam, serta janji kemuliaan bagi masa depan Yerusalem.
Ayat kunci dan makna teologi
Maka bersaksilah Malaekat Tuhan itu kepada Yosua, katanya: di sini kita melihat tindakan ilahi yang serius namun penuh kasih: malaekat Tuhan menegaskan saksi ilahi atas keadaan Yosua, imam besar, sebagai simbol keluarga keimamatan dan umat yang berharap. Pertolongan Tuhan tidak berhenti pada kritik, melainkan disertai suri teladan pemurnian dan pembenaran oleh kasih-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa di hadapan Allah, orang percaya tidak diperlakukan hanya berdasarkan kekurangan masa lalu, melainkan melalui otoritas ilahi yang mengangkat dan memurnikan.
Beberapa rujukan terkait menguatkan tema pemurnian dan pemulihan:
Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah tidak membiarkan umat-Nya hidup dalam keadaan tercemar tanpa rencana pemurnian. Dalam situasi pribadi maupun gerejawi, kita dipanggil percaya pada otoritas Allah yang mengangkat dan membenarkan melalui panggilan-Nya. Pemurnian rohani bukan sekadar perbaikan luar, tetapi perubahan hati yang menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah. Kita juga didorong untuk menyadari bahwa pemotongan diri terhadap pola dosa bukan akhir, melainkan pintu bagi pembaruan yang membawa damai dan kemuliaan bagi nama-Nya.
Gambar besarnya: Allah mendekat untuk membersihkan dan mengangkat umat-Nya lewat pemimpin rohani yang diteguhkan-Nya, sehingga umat berjalan dalam kemuliaan-Nya.
Catatan singkat tentang sumber pandangan para penafsir PD: dalam tradisi komentar gereja lama, tokoh-tokoh seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa saksi malaikat Tuhan menegaskan otoritas ilahi atas Yosua serta makna pemurnian yang membawa pembenaran bagi umat. Mereka menyoroti bahwa pemulihan tidak hanya bersifat pribadi, melainkan komunitas, menyiapkan landasan bagi pemulihan Yerusalem dan kedatangan Mesias di masa depan.