Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 10:2 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 10:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa sesungguhnya dusta juga adanya barang yang dijanji terafim, dan tipu adanya barang yang dilihat oleh segala petenung, dan diceriterakannya beberapa mimpi yang sia-sia, dan diberinya penghiburan yang tiada berguna! Maka sebab itu sesatlah mereka itu seperti kambing domba dan mereka itu mengembara ke sana ke mari, sebab tiada mereka itu bergembala.
Zakharia 10:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 10:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 9:36 (IDN) »
Serta dilihatnya orang ramai itu, jatuhlah belas kasihan-Nya akan mereka itu, karena sekaliannya letih lesu dan bercerai-berai seperti domba yang tiada bergembala.

Yehezkiel 34:5 (IDN) »
Sebab itu tercerai-berailah mereka itu dengan tiada bergembala dan telah menjadi makanan segala margastwa di padang sebab sesatlah ia.

Kejadian 31:19 (IDN) »
Hata, maka Labanpun sudah pergi mengguntingkan bulu dombanya; lalu dicuri Rakhel akan berhala bapanya.
Zakharia 10:2 dalam Konteks Keluaran Ilham Rabbani
Ayat ini muncul dalam bagian nabi Zakharia yang mengungkap penyebab kemalangan umat Allah karena meniru praktik penyembahan palsu. Di tengah nada penguatan jasmani-rohani, Allah mengecam serangkaian janji palsu dan hiburan kosong yang diperantarai oleh berhala dan ramalan palsu. Pesan inti adalah ketidakberdayaan praktik-praktik tak berakar pada firman Allah dan bagaimana hal itu menyesatkan umat-Nya dari gembala yang benar, yaitu Allah sendiri.
Makna inti ayat
Ayat ini menampilkan tiga sumber penipuan: janji-janji dusta dari terafim, ilusi ramalan para petenung, serta mimpi-mimpi kosong yang menjadi penghiburan palsu. Allah menilai semua itu sebagai sandungan yang menyesatkan umatnya. Karena itu umat digambarkan seperti kambing domba yang tersesat, tanpa gembala yang menjaga mereka. Inti pesan ialah mengingatkan umat bahwa hanya Allah sebagai Gembala sejati yang memberikan arah dan perlindungan, sedangkan penyembahan dan praktik ramalan palsu membawa mereka pada jalan tersesat.
Tema utama
Referensi silang yang relevan
Refleksi praktis
Bagaimana kita membedakan pesan yang berasal dari Allah dengan klaim guyonan atau penghiburan semu yang ditawarkan dunia? Pelajarannya: perlu integritas spiritual untuk membatasi kepercayaan pada penghiburan yang tidak sejalan dengan firman Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diuji untuk tidak menata hidup berdasarkan mimpi pribadi atau janji duniawi yang kelihatan menarik namun tidak dipandu oleh kebenaran-Nya. Percayakan arah hidup pada firman Allah, menjaga hati agar tidak mudah tersesat oleh “ramalan” dan “mimpi” yang tidak berakar pada kasih dan kebenaran-Nya.
Inti penutup
Zakharia 10:2 menegaskan bahaya menaruh kepercayaan pada terafim, ramalan palsu, dan mimpi kosong. Ketika umat mengabaikan gembala Allah, mereka kehilangan arah dan masuk dalam kesesatan. Pesan ini tetap relevan: Allah adalah Gembala yang menuntun manusia kembali kepada jalan kebenaran, bukan kekuatan ilusi dunia.
Garis besar pelajaran
Quotations from public-domain commentators mentioned in brief, where applicable ( Indonesian rendering):
Matthew Henry menekankan bahwa penyembahan berhala menyalahi maksud Tuhan untuk membentuk umat-Nya sebagai bangsa yang hidup dalam ketaatan.
Albert Barnes menyoroti bahwa mimpi dan penghiburan kosong adalah hasil dari menggantikan Allah dengan hal-hal fana yang menarik secara duniawi.
Adam Clarke menambahkan bahwa kemerasaan hati umat pada ramalan palsu dan ilusi adalah bukti kehilangan iman yang praktis terhadap Allah sebagai Gembala.
Catatan: Ringkasan ini mengikat konteks Zakharia dengan tema kepercayaan, dan menekankan perlunya kembali kepada Allah sebagai Gembala sejati.