Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 10:11 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 10:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Apabila mereka itu akan mengarung suatu laut kepicikan, maka dipalu Tuhan kelak akan segala ombak laut itu, dan sungai yang amat dalampun akan kekeringanlah, dan jemawa Asyur itu akan diempaskan ke bawah, dan tongkat kerajaan Mesir akan dilalukan.
Zakharia 10:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 10:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yehezkiel 30:13 (IDN) »
Demikianlah firman Tuhan Hua: Dan lagi Aku akan membinasakan segala berhala tahi dan menghapuskan segala sesuatu yang bukan ilah adanya dan Nof; dan lagi tiada akan ada raja di negeri Mesir dan Aku mengadakan ketakutan di antara segala orang Mesir.

Yesaya 43:2 (IDN) »
Apabila engkau mengarung air, Aku akan sertamu, atau menyeberang sungai, tiada ia itu meliputi engkau, apabila engkau berjalan terus dari pada api, tiada engkau akan dimakan olehnya dan nyala apipun tiada akan menghanguskan dikau.

Wahyu 16:12 (IDN) »
Maka malaekat yang keenam itu pun mencurahkan bokornya ke dalam sungai yang besar, yaitu Sungai Ferat, maka airnya itu pun keringlah, supaya sedia jalan bagi raja-raja yang dari sebelah matahari hidup itu.
Zakharia 10:11 (IDN)
Setting segera: Ayat ini berada dalam bagian nubuat-Zakharia yang menekankan pemulihan umat Israel setelah masa pembuangan dan penghakiman. Allah berjanji mengangkat kembali kerajaannya melalui intervensi-Nya sehingga bangsa-bangsa yang menindas tidak lagi berkuasa atas hukum-Nya. Ayat ini menampilkan gambaran dramatis tentang bagaimana Tuhan menundukkan kekuatan-kekuatan jahat dan membalikkan keadaan bagi umat-Nya.
Apa yang diajarkan teks tentang Allah atau iman
Teks menegaskan kedaulatan Tuhan atas segala badai dan kekuasaan manusia. Allah berjanji menghancurkan ombak-ombak yang mengancam umat-Nya, menumpulkan sungai-sungai yang meluap, serta merobohkan keangkuhan bangsa-bangsa seperti Asyur dan Mesir. Imaji “mengarung suatu laut kepicikan” menunjukkan godaan kekuatan besar yang dihadapi umat Allah; Tuhan mampu menundukkannya. Keyakinan iman di sini adalah bahwa kekuasaan manusia akhirnya berada dalam kendali Allah, dan pemulihan datang melalui intervensi ilahi.
Penjelasan kata dan gambar kunci
Cross-references singkat
Penjelasan singkat hubungan: Ketiga silang tulis ini menekankan tema utama: tidak ada kekuatan duniawi yang mampu bertahan melawan otoritas Tuhan. Allah membatasi dan menundukkan rencana-rencana jahat serta membebaskan umat-Nya melalui tindakan-Nya yang adil.
Aplikasi bagi masa kini
Dalam zaman sekarang, kita diajak percaya bahwa Allah tetap berdaulat atas keadaan yang tampaknya menguasai hidup kita—ancaman kelemahan pribadi, tekanan sosial, atau kekuatan institusi yang menindas. Ketika kita menghadapi “laut kepicikan” atau “sungai dalam” kehidupan, umat percaya diajak mengingat bahwa Allah berkuasa menenangkan badai, memadamkan niat jahat, dan memulihkan keadaan bagi mereka yang setia. Kita dipanggil menaruh kepercayaan pada kedaulatan Allah, bukan pada kekuatan duniawi.
Pengenalan gaya para komentator publik-domain
Gagasan ini sejalan dengan pandangan para tafsir klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke: meskipun bangsa-bangsa memamerkan kekuasaan di mata manusia, Tuhan lebih berkuasa untuk menundukkan mereka dan membawa pemulihan bagi umat-Nya. Penggambaran yang tegas mengenai mecahkan ombak dan mengeringkan sungai menekankan solusi ilahi atas ancaman manusia.