Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRut 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
Rut 2:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Setelah sudah ia bangun pula hendak memungut, maka kata Boaz kepada hamba-hambanya: Apabila ia memungut di antara segala berkas, jangan kamu mengusik akan dia,
Rut 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Rut 2:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yakobus 1:5 (IDN) »
Jikalau ada orang di antara kamu yang kurang bijak, hendaklah ia memohonkan kepada Allah, yang mengaruniakan dengan murahnya kepada tiap-tiap orang dengan tiada membangkit-bangkitkan, niscaya dikaruniakan-Nya kelak kepadanya.
Catatan Penafsir: Rut 2:15
Pokok interpretatif: Boaz secara jelas melindungi hak panen Rut dan menambah perlindungan bagi orang asing yang bekerja. Ayat ini menunjukkan perhatian praktis terhadap kelembagaan keadilan sosial dalam suasana budaya pada masa itu, sekaligus menyingkap kasih Allah yang bekerja melalui tindakan manusia.
Konteks Sastra
Rut 2 terjadi dalam narasi tentang Rut, seorang perempuan Moab yang menjadi istri Boas di tanah Bethlehem. Rut bekerja di ladang Boaz untuk mengumpulkan tulang rusuk hasil panen sesuai tradisi lelong atau rawatan hak milik. Pada saat itu, para penambang atau pemungut panen berada dalam posisi penting sehari-hari, karena kejujuran di ladang-dladang menjadi ujian bagi integritas komunitas. Ketika Rut memungut di antara berkas-berkas, Boaz memberi perintah khusus kepada hambanya: jika ia memungut di antara semua berkas, jangan mengusik dia. Perintah ini memperlihatkan perlindungan ekstra bagi Rut sebagai seorang perempuan asing yang bekerja dengan rendah hati.
Pemaknaan Teologis
Frasa ini menegaskan kasih Tuhan yang bekerja melalui norma sosial dan tindakan manusia. Allah memperhatikan orang-orang yang rentan—perempuan, orang asing, nelayan panen—butuh perlindungan yang konkret. Boaz bertindak sebagai perantara keadilan yang berfungsi dalam kerangka hukum tutupan sosial: tidak ada perlakuan intimidasi terhadap Rut; sebaliknya, ia dilindungi agar tidak ada gangguan saat bekerja. Ini juga menggambarkan nilai kerja keras dan kerendahan hati Rut, yang kemudian menjadi bagian dari garis keturunan yang akhirnya membawa pada rencana penyelamatan dalam Kitab Rut.
Rujukan Tokoh Penafsir Lajur
Beberapa penafsir berpendapat bahwa tindakan Boaz tidak sekadar empati pribadi, melainkan bentuk praktik hukum sosial yang setia kepada perlindungan hukum nasional diIsrael kuno. Dalam ajaran-ajaran pembaca lama seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, catatan ini dipakai untuk menekankan keadilan operasional di lapangan kerja serta belas kasih Allah yang menyingkap diri melalui tindakan nyata.
Hubungan Alkitab Lain
Pertanyaan Renungan
Kesimpulan Singkat
Ayat Rut 2:15 menegaskan bahwa perlindungan praktis terhadap pekerja yang rentan adalah bagian dari jalan Allah untuk memelihara umat-Nya. Boaz berperan sebagai pelindung yang adil, memastikan Rut dapat bekerja tanpa gangguan. Kisah ini menyiapkan latar bagi hubungan Rut-Boaz yang penting bagi kelahiran Obed, nenek moyang Daud, dan pada akhirnya bagian dari garis Mesias. Melalui teks ini, kita diajak melihat bagaimana iman yang hidup menuntun tindakan kita terhadap sesama, terutama mereka yang paling rentan.
Cuplikan Kutipan Penafsir Kedaulatan
Catatan unik dari sumber-sumber tua: penafsiran Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti bahwa perintah Boaz mencerminkan keadilan sosial yang berakar pada hukum kasih Allah—bukan sekadar kebaikan pribadi. (Catatan: kutipan langsung singkat dari karya Henry/Barnes/Clarke hanya disebut bila tersedia dalam naskah sumber domain publik.)