Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRut 2:10 Tafsiran ayat Alkitab
Rut 2:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka Rutpun tunduklah dirinya dengan mukanya ke tanah sambil katanya kepadanya: Bagaimana sahaya telah beroleh keridlaan dari pada tuan, maka tuan mau tahu akan sahaya, yang seorang dagang jua!
Rut 2:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Rut 2:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Samuel 25:23 (IDN) »
Demi terlihatlah Abigail akan Daud maka turunlah ia dengan segera dari atas keledainya, lalu sujudlah ia di hadapan Daud serta menundukkan dirinya sampai ke bumi.

Roma 12:10 (IDN) »
maka di dalam berkasih-kasihan dengan saudara-saudara, hendaklah kamu bersayang-sayang satu dengan yang lain; hendaklah seorang mendahului seorang di dalam hal memberi hormat.

2 Samuel 9:8 (IDN) »
Lalu tunduklah ia sambil sembahnya: Siapa gerangan patik ini, maka tuanku hendak menilik kepada patik yang seperti anjing mati?
Rut 2:10 (IDN) — Rut tunduk kepada kehadiran tuan dan keramahannya
Dalam bagian awal Kitab Rut, Rut, seorang janda Moab, mengikuti Naomi ke Bethlehem dan aktif bekerja di ladang milik Boas. Pada ayat ini, Rut menundukkan wajahnya ke tanah sebagai tindakan hormat dan kerendahan hati ketika ia berharap mendapatkan kebenaran dan perlindungan dari Boas, pemilik ladang. Peristiwa ini berlangsung dalam konteks budaya timur kuno, di mana relasi antara pekerja migran dan majikan dipahami melalui tindakan adab dan salam hormat. Rut menunjukkan kesetiaan, kerendahan hati, dan inisiatif untuk mencari kemurahan hati di tengah situasi sulit.
Intisari makna ayat
Rut merendahkan diri dan menaruh harapan pada kebaikan Boas. Ia menyadari keterbatasannya sebagai migran miskin dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mendapatkan perlindungan serta akses pada makanan melalui rencana Naomi. Sikapnya yang rendah hati membuka pintu bagi kemurahan Tuhan yang bekerja melalui tindakan manusia, mencerminkan prinsip bahwa kebaikan bisa datang melalui relasi yang adil dan niat yang tulus.
Tema utama
Ayat terkait dan hubungan alkitabiah
Beberapa bagian lain menunjukkan tema yang sejalan dengan Rut 2:10:
Refleksi praktis
Ayat ini mengingatkan kita bahwa sikap rendah hati membuka pintu bagi bantuan yang diperlukan dalam masa sulit. Ketika kita berusaha dengan tekun, menempatkan diri dalam posisi yang tidak menuntut hak sepenuhnya, kita sering menemukan pertolongan melalui orang-orang di sekitar kita. Doa yang bersumber dari hati yang tulus dapat terwujud melalui tindakan nyata sesama manusia, asalkan kita tetap setia dan jujur dalam langkah-langkah kita.
Cross-references singkat
Beberapa rujukan lintas yang relevan:
Ringkasan penutup
Rut 2:10 menampilkan momen sederhana namun penting: kerendahan hati yang berbuah pada pertolongan. Dalam konteks budaya kuno, tindakan Rut adalah contoh iman yang bekerja melalui kerja keras, kesopanan, dan kepercayaan pada Allah yang bekerja melalui hubungan manusia. Kisah ini menegaskan bahwa kemurahan Tuhan sering datang melalui tindakan kebaikan manusia yang berjalan dalam integritas dan harapan kepada Tuhan.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, or Adam Clarke are not directly reproduced here, but their general insights on humility, providence, and faithful labor inform this synthesis.