Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Roma 9:1 Roma 9:2 Roma 9:3 Roma 9:4 Roma 9:5 Roma 9:6 Roma 9:7 Roma 9:8 Roma 9:9 Roma 9:10 Roma 9:11 Roma 9:12 Roma 9:13 Roma 9:14 Roma 9:15 Roma 9:16 Roma 9:17 Roma 9:18 Roma 9:19 Roma 9:20 Roma 9:21 Roma 9:22 Roma 9:23 Roma 9:24 Roma 9:25 Roma 9:26 Roma 9:27 Roma 9:28 Roma 9:29 Roma 9:30 Roma 9:31 Roma 9:32 Roma 9:33



Roma 9:33 dalam Terjemahan IDN: "Tengoklah, Aku meletakkan di dalam Sion sebuah batu antukan dan sebuah batu syak, maka barangsiapa yang percaya akan Dia, tiada akan diaibkan."
Poin interpretatif utama: Ayat ini menegaskan bahwa Allah menaruh batu antukan (batu penjuru) dan batu syak di Sion untuk menilai iman manusia. Mereka yang percaya kepada Kristus tidak akan dipermalukan; orang yang menolak Dia akan terjatuh karena batu itu menjadi penghakiman bagi mereka. Intinya adalah respons hidup terhadap Mesias: iman membangun, penolakan membawa kejatuhan.
Konteks sastra
Roma 9–11 membahas bagaimana Allah berhak memilih bangsa Israel secara historis sambil membuka jalan bagi non-Israel melalui iman. Dalam konteks ini, “tengoklah” mengutip nubuat Perjanjian Lama tentang respons Israel terhadap Mesias. Ayat ini menggunakan bahasa kiasan tentang bangunan: sebuah batu yang menjadi ujian bagi semua, yang di satu pihak mengundang pegangkuatan iman, di pihak lain menjadi batu sandungan bagi mereka yang tidak percaya.
Signifikansi teologis
Ayat ini menekankan dualitas respons terhadap Kristus: percaya berarti keselamatan dan tidak dipermalukan; menolak berarti jatuh. Alkitab menunjukkan bahwa keselamatan datang melalui iman kepada Yesus, bukan melalui usaha hukum Taurat. Namun, penekanan di sini adalah bahwa respons manusia tidak mengubah kedaulatan Allah; Dia menyediakan jalan melalui Mesias, dan imannya manusia menjadi ukuran penerimaan atau penolakan.
Pemikiran dari tokoh-tokoh bersejarah (kutipan singkat)
Matthew Henry menekankan bahwa batu penjuru adalah dasar doa Allah bagi keselamatan yang dibangun atas iman. Albert Barnes menyoroti bahwa ayat ini menunjukkan bagaimana Kristus menjadi ujian bagi semua orang. Adam Clarke menegaskan bahwa pembelajaran utama adalah kepercayaan kepada Kristus sebagai kebenaran dan jalan, bukan nurani manusia yang self-righteousness.
Catatan: Kutipan eksplisit singkat dari Henry, Barnes, atau Clarke diizinkan jika relevan; frasa umum dapat diringkas dalam bahasa sendiri ketika diperlukan.
Perikop terkait dalam Alkitab dan makna hubungan
Penautan ini memperlihatkan bagaimana iman kepada Kristus menjadi pusat keselamatan dan bagaimana manusia akhirnya akan ditentukan oleh respons mereka terhadap Sang Kristus.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Roma 9:33 menegaskan bahwa Kristus adalah ujian terakhir bagi iman manusia: percaya kepada-Nya berarti diterima dan tidak dipermalukan; menolak-Nya berarti jatuh di bawah penilaian. Dalam bingkai kasih-karunia Allah, Dia menyediakan jalan ke dalam Sion melalui iman kepada Yesus, sehingga penerimaan Allah tidak bergantung pada penilaian manusia, melainkan pada respons iman terhadap Mesias.