Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Roma 9:1 Roma 9:2 Roma 9:3 Roma 9:4 Roma 9:5 Roma 9:6 Roma 9:7 Roma 9:8 Roma 9:9 Roma 9:10 Roma 9:11 Roma 9:12 Roma 9:13 Roma 9:14 Roma 9:15 Roma 9:16 Roma 9:17 Roma 9:18 Roma 9:19 Roma 9:20 Roma 9:21 Roma 9:22 Roma 9:23 Roma 9:24 Roma 9:25 Roma 9:26 Roma 9:27 Roma 9:28 Roma 9:29 Roma 9:30 Roma 9:31 Roma 9:32 Roma 9:33



Roma 9:2 (IDN): Makna inti
Inti ayat ini menyatakan duka cita yang mendalam dan tidak tersalurkan oleh akal budi, yaitu beban emosional yang berat hinggah menjadi hati yang sangat gelisah. Rasul Paulus menyampaikan perasaan batin yang kuat karena kehendak rohani yang berhadapan dengan realitas penolakan sebagian umat Israel terhadap kasih karunia Allah.
Latar konteks singkat
Surat kepada jemaat di Roma dibangun sebagai pembahasan tentang kebenaran Allah dalam keselamatan, termasuk bagaimana kasih-Nya bekerja di antara bangsa-bangsa. Dalam bagian Roma 9, Paulus mencurahkan hati tentang duka cita atas penolakan sebagian besar bangsa Israel terhadap Injil, sambil menegaskan bahwa keselamatan bersifat inisiatif Allah. Ayat ini menegaskan intensitas emosional Paulus sebagai seorang rasul yang peduli pada umat-Nya secara nasional.
Perhatikan makna kata dan nuansa
Frasa “sangat duka cita dan susah yang tiada berkeputusan di dalam hatiku” menekankan kedalaman emosi Paulus. Bagi pembaca Indonesia modern, penting memahami bahwa konteks budaya pada saat itu menempatkan perasaan hati sebagai ukuran kejujuran rohani. Ketika Paulus menyatakan duka seperti ini, ia tidak menyalahkan manusia secara pribadi, melainkan mengekspresikan beban doa bagi sebuah bangsa dan rencana Allah yang belum sepenuhnya terwujud di mata manusia.
Observasi interpretatif singkat
Tembusan tema & hubungan firman
Beberapa pandangan teokratis dalam karya para komentator lama memberi arah sebagai berikut:
Cross-references yang relevan (singkat):
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa kasih karunia Allah berjuang di antara realitas sejarah penolakan dan rencana-Nya yang meluas. Duka Paulus mengajak pembaca untuk terus berdoa dan mempercayai hikmat Allah, meskipun jalan-Nya sering melampaui penglihatan manusia.
Aktualisasi praktis singkat