Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 5:6 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 5:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena tatkala kita lagi lemah, maka Kristus pun matilah karena orang fasik, pada masa yang tetap.
Roma 5:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 5:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 5:8 (IDN) »
Tetapi Allah sudah menyatakan kasih-Nya kepada kita di dalam hal Kristus telah mati karena kita, tatkala kita ditaklukkan oleh dosa.

Kolose 2:13 (IDN) »
Maka kamu pun, yang dahulu mati oleh sebab segala dosa dan tabiatmu duniawi itu, sudah dihidupkan-Nya beserta dengan Dia, maka diampunkan-Nya segala dosa kita,

Apa Arti Roma 5:6 bagi Orang Beriman
Roma 5:6 dalam terjemahan IDN berbunyi: “Karena tatkala kita lagi lemah, maka Kristus pun matilah karena orang fasik, pada masa yang tetap.” Ayat ini menegaskan bahwa kasih Allah bekerja pada saat kita paling rapuh, ketika kita belum berdaya menjalankan kebaikan. Memahami konteksnya membantu kita melihat bagaimana keselamatan oleh anugerah Allah dinyatakan bukan karena kemampuan manusia, tetapi karena kasih-Nya yang dinyatakan pada Kristus Kristus.
konteks asli dan maksud utama
Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Rom menegaskan kesejatian iman kepada Kristus sebagai jalan pembenaran dan pembentukan hidup baru. Ayat ini berada dalam bagian pembahasan tentang rencana Allah dalam pembenaran melalui iman, bukan melalui usaha sendiri. Pada masa itu, status manusia terbelenggu oleh dosa, tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya secara nyata melalui kematian Kristus pada saat manusia terlemah dan tidak layak menerima kasih-Nya. Inti pesan: keselamatan bukan hasil kerja manusia yang sempurna, melainkan anugerah Allah yang dinyatakan tepat pada saat kita tidak berdaya.
pesan utama dan makna teologis
1) Ketidakberdayaan manusia: ayat ini menekankan bahwa kita berada dalam keadaan lemah, tidak sanggup memenuhi standar Allah secara moral. 2) Kasih Kristus pada momen yang tepat: kematian-Nya terjadi bukan karena kita layak, melainkan karena kasih Allah yang mengalahkan kemahiran manusia. 3) Pembenaran melalui iman: melalui iman kepada Kristus, orang percaya menerima pembenaran dan hidup yang baru.
tema pendukung dalam kitab suci
– Pengulangan tema kasih Allah yang dinyatakan pada masa yang tepat (Roma 5:8).
– Konsep pembenaran karena iman (Roma 3:22-24) dan persekutuan dengan Tuhan melalui Roh (Roma 8).
– Kasih Allah yang tidak tergoyahkan meski manusia berdosa (Roma 8:38-39).
beberapa rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: Roma 5:6 menaruh fokus pada waktu Allah bertindak. Pembenaran dan keselamatan tidak bergantung pada kesiapan manusia, melainkan pada karya Kristus di waktu yang ditentukan. Setiap rujukan saling melengkapi gambaran bahwa kasih Allah melampaui keadaan manusia.
refleksi devosi
Bayangkan keadaan kita yang paling rapuh dan tidak berdaya. Allah tidak menunggu kita membuktikan diri layak; sebaliknya, Dia datang dengan kasih melalui salib Kristus. Respon kita adalah iman yang percaya bahwa kasih-Nya lebih besar daripada kelemahan kita. Biarkan firman ini menumbuhkan rasa syukur dan ketaatan yang didorong oleh kasih, bukan oleh upaya manusia semata.
kutipan singkat dari komentaris berbahasa publik domain (jika ada)
Beberapa pengulas kuno menekankan bahwa kasih Allah tidak terikat pada kemampuan diri, melainkan pada keputusan-Nya untuk menyelamatkan pada saat manusia paling lemah. (catatan: kutipan singkat berikut tidak mewakili kutipan panjang lengkapnya, tetapi menegaskan arah pemikiran: “kasih-Nya dinyatakan pada saat kita tidak layak.”)