Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 5:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi bukannya itu sahaja, melainkan juga kita bermegah-megah di dalam kesukaran, sebab mengetahui, bahwa kesukaran itu mendatangkan sabar,
Roma 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 5:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yakobus 1:2 (IDN) »
Hai saudara-saudaraku, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sifatkanlah semuanya itu kesukaan sahaja,

Yakobus 1:12 (IDN) »
Berbahagialah orang yang sabar menanggung pencobaan, karena sesudah ia tahan uji, ia akan menerima kelak makota hidup, yang dijanjikan Allah kepada segala orang yang mengasihi Dia.

2 Korintus 12:9 (IDN) »
Maka firman-Nya kepadaku, "Padalah bagimu anugerah-Ku, karena kuasa-Ku disempurnakan di dalam kelemahan." Sebab itu dengan terlebih suka aku bermegah-megah di dalam segala kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun ke atasku.
Roma 5:3 (IDN) — Bermegah di dalam kesukaran
Inti interpretatif yang utama: Allah bekerja melalui kesukaran untuk menumbuhkan kesabaran, yang kemudian mengarahkan kita pada pengharapan yang tidak mengecewakan karena Roh Kudus telah dicurahkan ke dalam hati kita.
konteks sastra
Roma pasal 5 menempatkan iman kepada Kristus sebagai jalan pembenaran, lalu menjelaskan bagaimana doa dan pengharapan kita diperkuat melalui penderitaan. Ayat 3 melanjutkan tema tersebut dengan menunjukkan bahwa kesukaran tidak hanya menghasilkan sabar, tetapi juga memberi dimensi baru pada pembentukan karakter orang percaya. Apa yang mulanya dianggap beban, diubah menjadi wahana pertumbuhan rohani.
Signifikansi teologis
Kesukaran di sini dipahami sebagai bagian dari providensi Allah untuk membentuk kematangan rohani. Sabar bukan sekadar tahan banting, melainkan kesediaan menanggung beban sambil tetap mengandalkan kasih karunia Allah. Dengan demikian, kesabaran mempersiapkan kita untuk pengharapan yang teguh (ikaros: berharap dengan pasti kepada what God has promised). Ayat ini juga menekankan aliansi antara iman, berkat, dan pengalaman penderitaan, yang menegaskan bahwa pembenaran oleh iman memancar menjadi hidup yang berbuah melalui ujian.
karya penafsir publik domain
Beberapa penafsir kuno menekankan bahwa "bermegah" di sini bukan pamrih duniawi, melainkan kebanggaan dalam proses pembentukan diri menurut kehendak Allah. Matthew Henry menyoroti bahwa penderitaan menguji dan menguatkan iman; Albert Barnes menekankan bahwa sabar adalah buah yang lahir ketika hati percaya kepada Allah yang menguji secara lembut namun pasti; Adam Clarke menggarisbawahi bahwa cobaan mengajar kita menahan diri dan menyerahkan diri kepada Allah dalam ketergantungan penuh. Ketiga pandangan tersebut sejalan dengan gambaran Allah yang bekerja secara menyeluruh untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan jemaat.
hubungan silang firman
- Yakobus 1:2–4 menyatakan bahwa penderitaan menguji iman, menghasilkan ketekunan, hingga jemaat menjadi matang secara utuh. Penegasan: proses pembentukan karakter melalui cobaan.
- Ibrani 12:11 menegaskan bahwa setiap cobaan pada akhirnya menghasilkan “kemuliaan yang lebih besar” bagi mereka yang percaya. Penekanan pada tujuan akhir kesabaran.
- Roma 8:28 menambahkan bahwa Allah mengarahkan semua sesuatu untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Menegaskan pengarahan ilahi di balik kesukaran.
pertanyaan refleksi
kesimpulan singkat
Ayat ini mengajak kita melihat kesukaran bukan sebagai beban tanpa tujuan, melainkan sebagai sarana Allah membentuk kita menjadi pribadi yang tahan uji, penuh kesabaran, dan berharap pada karya-Nya yang pasti. Dalam semua itu, iman kepada Kristus tetap menjadi dasar utama, sebab melalui Dia kita belajar menanggung sesuatu dengan penuh pengharapan—bahwa kasih Allah bekerja untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan kita.
Penekanan kutipan pendek (rujukan):
— Matthew Henry: penderitaan menguji iman dan menghasilkan sabar; “the trying of your faith worketh patience.”
— Albert Barnes: sabar adalah buah dari iman yang menunggui Allah dalam cobaan.
— Adam Clarke: cobaan mengajar kita menyerahkan diri kepada Allah dalam ketergantungan penuh.