Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 13:6 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 13:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena sebab itulah kamu membayar hasil juga; sebab ialah pegawai Allah yang senantiasa menjunjung pekerjaan itu.
Roma 13:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 13:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 22:17 (IDN) »
Sebab itu katakanlah kepada kami, apakah pikir Tuan? Patutkah membayar uang upeti kepada Kaisar atau tiada?"

Matius 17:24 (IDN) »
Apabila mereka itu sampai ke Kapernaum, datanglah orang pemungut uang yang dua dirham itu kepada Petrus, serta berkata, "Tiadakah guru kamu membayar uang yang dua dirham itu?"

1 Tawarikh 18:14 (IDN) »
Maka demikianlah peri kerajaanlah Daud atas segenap orang Israel dan dibuatnya insaf dan adalat akan segenap bangsanya.
Makna Langsung Roma 13:6
Kita membayar pajak karena itulah kewajiban kita sebagai warga negara; pajak adalah bagian dari otoritas Allah yang memelihara ketertiban dan keadilan di antara manusia. Ayat ini menegaskan bahwa pembayaran pajak bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan tugas yang Allah tetapkan melalui otoritas pemerintah.
Latar belakang kontekstual
Ayat ini berada dalam bagian surat Roma yang membahas ketaatan kepada pemerintah dan hubungan kita dengan otoritas. Rasul Paulus menujukan prinsip umum: semua otoritas berasal dari Allah dan tugas warga negara adalah menaati hukum negara, termasuk membayar pajak, karena pemerintah diberi kuasa untuk menjaga kedamaian dan keadilan.
Pengamatan interpretatif
- Pembayaran pajak digandeng dengan “pekerjaan itu” (tugas negara) yang dipakai untuk memelihara fungsi publik, seperti perlindungan, infrastruktur, dan administrasi publik.
- Otoritas negara dipandang sebagai alat Allah untuk menjaga tatanan sosial; respons warga adalah kudus secara etis melalui kepatuhan yang bertanggung jawab.
Pemikiran tematik singkat
Referensi silang terkait
1) Matius 22:21 dan Markus 12:17 menekankan ketaatan kepada otoritas secara umum sebagai bagian dari kewajiban hidup sebagai warga negara. Penjelasan: kepatuhan kepada pemerintah tidak menghapus kewajiban mengasihi Tuhan lebih dari segala-galanya.
2) 1 Pet 2:13-14 menekankan ketaatan warga kepada penguasa yang sah untuk kebaikan bersama, sambil tetap menjaga integritas iman.
3) 1 Tim 2:1-2 mengingatkan doa untuk semua manusia, termasuk otoritas, agar hidup tenang dan tenteram; konteks ini membantu memahami tujuan pajak sebagai bagian dari kedamaian publik.
Kutipan singkat dari para komentator publik domain yang relevan
Matthew Henry menekankan bahwa ketaatan sipil adalah bagian dari kasih terhadap negara dan perlu dilakukan dengan itikad yang benar. Albert Barnes menyoroti otoritas pemerintah diberikan oleh Tuhan untuk menghindari kekacauan, dan kepatuhan terhadap hukum adalah bagian dari hidup saleh. Adam Clarke menambahkan bahwa pembayaran pajak melambangkan pengakuan atas otoritas yang memelihara tatanan umum.
Interpretasi praktis yang berhikmat
Orang percaya hendaknya membayar pajak dengan niat tulus sebagai bagian dari doa bagi kesejahteraan negara. Ketika pemerintah menjalankan tugasnya secara adil, kita menjalani hidup sesuai prinsip kebenaran. Namun jika ada praktik yang melanggar keadilan atau membatasi kesejahteraan yang wajar, iman memanggil kita untuk berdoa, berdiskusi, dan bertindak secara hukum tanpa membuang tanggung jawab moral kita.
Inti pesan penutup
Roma 13:6 mengingatkan bahwa pembayaran pajak adalah ekspresi ketaatan kepada otoritas Allah yang memelihara tatanan sosial. Pelayanan publik yang adil membutuhkan kontribusi kita sebagai warga negara yang bertanggung jawab, sambil tetap berpegang pada iman kepada Kristus sebagai penguasa utama.