Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 13:10 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 13:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka kasih itu tiada mengerjakan kejahatan atas sesama manusia. Oleh sebab itu kasih itu menjadi jalan melakukan syariat Taurat itu.
Roma 13:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 13:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 13:8 (IDN) »
Janganlah kamu berutang barang apa kepada seorang jua pun, melainkan berkasih-kasihan sama sendirimu. Karena siapa yang mengasihi orang, ialah yang sudah melakukan syariat Taurat.

Matius 22:39 (IDN) »
Dan hukum yang kedua bersama dengan itu, demikian: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

1 Korintus 13:4 (IDN) »
Adapun kasih itu panjang sabar dan penyayang; kasih itu tiada dengki; kasih itu tiada memegahkan dirinya, tiada sombong;
Roma 13:10 dalam Konteks Kisah Kasih Sejati
Surat Roma pasal 13 menekankan hidup beretika sebagai respons iman kepada Tuhan dan hubungan sesama. Ayat 10 menonjolkan dasar moral: kasih tidak mendorong kejahatan, melainkan menuntun perilaku yang benar terhadap sesama manusia. Dalam konteks kekuasaan negara dan kewajiban sosial, Paulus menekankan bahwa hukum Taurat pada akhirnya diwartakan melalui kasih: kasihlah yang mewujudkan syariat Taurat secara praktis.
Makna utama ayat
Ayat ini menegaskan bahwa kasih adalah pilar moral yang meniadakan kejahatan terhadap sesama. Bagi orang percaya, tindakan nyata yang menguatkan persaudaraan, keadilan, dan kebaikan satu sama lain menjadi indera untuk memenuhi hukum secara total. Saat kasih memimpin, syariat Taurat—yang menuntut kebenaran dan pengorbanan—diaktualisasikan dalam perbuatan baik yang tidak menimbulkan melukai sesama.
Pemikiran kunci
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat yang sejalan dengan tema ini:
Penjelasan singkat: Ayat-ayat silang ini menegaskan bahwa kasih adalah penggerak utama yang memantapkan praktik hukum Allah di antara jemaat dan dalam hubungan antar manusia.
Pengantar praktis
Daerah aplikatifnya jelas: memperlakukan sesama dengan adil, menghindari iri hati, memperlakukan kesejahteraan orang lain sebagai bagian dari rencana hidup Kristen. Ketika kita memilih kasih di atas kepentingan pribadi, kita menegaskan bahwa hidup mengikuti teladan Kristus dan bahwa “kasih itu tiada mengerjakan kejahatan atas sesama manusia.”
Ringkasan penutup
Roma 13:10 mengajak kita melihat kasih sebagai pusat etika Kristen: kasih menuntun kita untuk tidak menimbulkan kejahatan pada sesama, dan dalam praktiknya, kasih menjadi jalan untuk memenuhi kehendak Tuhan melalui perbuatan baik yang membangun komunitas dan menghormati hukum Allah.
Catatan kutipan terakumulasi: Frasa-frasa yang mirip dengan penjelasan umum dari para komentator sejarah seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke digunakan secara sintetis. (Kutipan langsung dari mereka tidak disertakan sebagai potongan teks panjang; ringkasan ide-ide mereka diserap dalam gambaran umum.)