Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 12:21 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 12:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Janganlah engkau ditewaskan oleh kejahatan, melainkan tewaskanlah kejahatan itu dengan kebajikan.
Roma 12:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 12:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Petrus 3:9 (IDN) »
janganlah kamu membalas kejahatan dengan kejahatan atau membalas maki dengan maki, melainkan memintakan berkat, karena bagi yang demikian itu kamu sudah dipanggil, supaya kamu mendapat berkat akan menjadi warisanmu.

Lukas 6:27 (IDN) »
Tetapi kepada kamu ini yang mendengar, Aku berkata demikian: Kasihilah seterumu, dan perbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

Amsal 16:32 (IDN) »
Barangsiapa yang menahani nafsunya itu lebih besar dari pada seorang hulubalang, dan orang yang memerintahkan hatinya sendiri itu lebih besar dari pada orang yang mengalahkan sebuah negeri.
Roma 12:21 — Janganlah engkau ditewaskan oleh kejahatan, melainkan tewaskanlah kejahatan itu dengan kebajikan
Dalam konteks bagian Roma 12, Rasul Paulus menuntun jemaat mengenali panggilan hidup mereka sebagai buah Roh: tidak lagi hidup menurut pola dunia, tetapi bertransformasi melalui pembaruan batin dan kasih yang nyata. Ayat ini muncul sebagai langkah praktis setelah Paulus menekankan kasih sejati, kerahiman, dan mengasihi musuh (Roma 12:9–20). Di sini, tegasnya perlawanan terhadap kejahatan bukan melalui balas dendam atau kekerasan, melainkan melalui kebajikan yang konsisten dalam perilaku sehari-hari.
Makna inti
Ayat ini mengajak orang percaya untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebaliknya, mereka dipanggil untuk merespon kejahatan dengan kebajikan— tindakan moral yang mencerminkan kasih Kristus dan kekuatan Roh Kudus. Melalui kebajikan, kejahatan kehilangan daya tariknya dan tujuan Allah untuk kita menjadi saksi-Nya di dunia semakin jelas.
Tema utama
Cross-reference singkat
Refleksi praktis
Di kehidupan sehari-hari, kebajikan yang dimaksud mencakup kemurahan hati, kesabaran, keadilan dalam pekerjaan, serta kerelaan memaafkan. Ketika konflik muncul, respon Tuhan yang teruji adalah: memilih kebaikan, mengusahakan rekonsiliasi, dan membangun jembatan pengharapan. Keteguhan hati pada prinsip ini menuntun pada damai yang berkelanjutan di komunitas percaya maupun di lingkungan sekitar.
Rangkuman singkat
Roma 12:21 mengingatkan bahwa kekuatan rohani mengecilkan kejahatan melalui tindakan kebajikan. Perubahan ini bukan hanya mengenai individu yang berprinsip, melainkan dampak transformasi bagi hubungan, komunitas, dan dunia di sekitar kita. Kita diminta membalas kejahatan dengan kebaikan yang nyata—itulah hidup yang dipanggil Allah dalam Kristus.
Catatan edisi (kutipan langsung dari komentator publik domain): Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa pembalasan daging harus diganti dengan pekerjaan kasih yang praktis dan pengendalian diri rohani. Mereka menekankan bahwa tewasnya kejahatan terjadi bukan lewat kekuatan duniawi, melainkan melalui kebajikan yang konsisten, yang akhirnya memuliakan Allah dan memantulkan terang Kristus.