Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 12:16 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 12:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hendaklah kamu sehati seorang dengan yang lain. Janganlah mencita-cita perkara-perkara yang tinggi, melainkan tunduklah kepada yang rendah. Jangan bersangka dirimu pandai.
Roma 12:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 12:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Petrus 3:8 (IDN) »
Pada akhirnya, hendaklah kamu sekalian sehati, dan berbelas kasihan, dan mengasihi segala saudara, dan penyayang, dan rendah hati;

Amsal 3:7 (IDN) »
Janganlah engkau pandang pandai akan dirimu, melainkan takutlah akan Tuhan dan jauhkanlah dirimu dari pada yang jahat.

Yakobus 3:13 (IDN) »
Siapakah di antara kamu yang bijak dan berpengetahuan? Biarlah ia menunjukkan segala perbuatannya daripada kelakuan yang baik, dengan kebijakan yang lemah lembut.
Roma 12:16 (IDN): Hendaklah kamu sehati seorang dengan yang lain
Setelah Paulus menegaskan orientasi hidup yang baru dalam doa, kasih, dan layanan rohani (Roma 12:9–13), ayat 16 menegaskan sikap batin yang menyatukan jemaat. Ekspresi kasih yang tulus tidak bisa berdiri sendiri jika tidak ada kehendak untuk hidup rukun dengan sesama umat percaya, tidak mencari kekuasaan diri, dan rendah hati dalam penilaian tentang diri sendiri.
Makna teks dan apa yang diungkap tentang Allah serta iman
Ayat ini menekankan dimensi kerendahan hati dan kesetiaan kepada satu tujuan rohani bersama. Allah memerintah umat-Nya untuk tidak menonjolkan kepintaran atau ambisi pribadi di tengah komunitas percaya; sebaliknya, umat dipanggil untuk menyatukan hati, merendahkan diri, dan saling menimbang satu sama lain. Iman yang hidup bersaksi lewat kerendahan hati, pengampunan, dan solidaritas di antara jemaat yang beragam latar belakang.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain alkitab menyoroti tema kerendahan hati, persatuan, dan sikap rendah hati dalam komunitas:
Penjelasan singkat menurut para penafsir beritasih publik domain
Beberapa komentar klasik menekankan bahwa ayat ini menegaskan pentingnya suasana kasih yang praktis—bukan sekadar nada rohani yang abstrak. Matthew Henry menggarisbawahi perlunya menaksir orang lain dengan kasih, bukan dengan standar dunia. Albert Barnes menekankan bahwa sikap rendah hati tidak merugikan martabat individu, melainkan menjaga kesehatan komunitas gereja. Adam Clarke menambahkan bahwa “yang rendah” bisa merujuk kepada orang yang rendah hati secara sosial maupun rohani, dan jemaat dipanggil untuk menghormati semua anggota sebagaimana Kristus menghormati manusia.
Cuplikan singkat dari para penafsir publik domain yang relevan: “hendaklah kamu sehati seorang dengan yang lain” (Henry). “Janganlah mencita-cita perkara-perkara yang tinggi” (Barnes). “Tunduklah kepada yang rendah” (Clarke).
Aplikasi praktis saat ini
Inti ajaran ini mengundang jemaat untuk hidup dalam satu hati, menolak ambisi pribadi yang memecah, dan menempatkan kehendak Allah serta kasih sesama sebagai standar utama perilaku komunitas percaya.