Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 12:15 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 12:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita; dan menangislah dengan orang yang menangis.
Roma 12:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 12:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Korintus 12:26 (IDN) »
Dan jikalau satu anggota itu merasai sakit, segala anggota itu pun sama merasai sakit; dan jikalau satu anggota dipermuliakan, segala anggota itu pun sama bersukacita.

Ibrani 13:3 (IDN) »
Ingatlah akan orang yang terbelenggu, seolah-olah kamu yang terbelenggu sertanya, dan akan orang yang terkena aniaya, seolah-olah tubuhmu pun terkena aniaya.

Mazmur 35:13 (IDN) »
Adapun akan daku, pada masa mereka itu sakit aku berpakaikan kain karung dan aku memenatkan hatiku dengan berpuasa, dan doakupun kembalilah ke dalam dadaku.
Roma 12:15 — Bertukar Perasaan dengan Sesama
Pokok interpretatif utama: Rasul Paulus menuntun umat percaya untuk merespons pengalaman sesama dengan empati yang nyata: bersukacita ketika mereka bersukacita dan menangislah ketika mereka menangis. Ini menunjukkan solidaritas hidup dalam tubuh Kristus, di mana kebahagiaan maupun penderitaan tetangga dekat menjadi bagian dari identitas kita sebagai komunitas percaya.
Latar sastra dan konteks kitab
Ayat ini berada dalam bagian Roma 12 yang berfokus pada etika Kristen praktis setelah Paulus menegaskan kebenaran injil. Di sini, umat percaya dipanggil hidup secara terarah oleh kasih rohani: mempersembahkan diri sebagai korban yang hidup, mengembangkan hubungan yang rendah hati, dan mempraktikkan kasih tanpa pilih kasih. Perasaan sejati yang dipanggil adalah respons empatik yang meletakkan kepentingan sesama di atas kepentingan sendiri.
Signifikansi teologis
Empati yang diungkapkan di Roma 12:15 mencerminkan karakter Allah yang menyertai manusia dalam segala keadaan. Ketika kita bergabung dalam suka dan duka sesama, kita memperlihatkan bagaimana karya kasih Kristus bekerja di dalam komunitas: persatuan yang tidak hanya hadir pada level teori, melainkan nyata dalam tindakan sehari-hari. Respons ini juga menegaskan bahwa iman yang hidup menuntun pada solidaritas praktis, bukan sekadar perasaan pribadi.
Refleksi lintas tulisan suci
Beberapa hubungan alkitabiah yang relevan:
Pertanyaan untuk renungan
Penutup singkat
Roma 12:15 mengingatkan kita bahwa hidup sebagai umat percaya tidak terpisah dari komunitas. Sukacita dan belas kasihan berjalan beriringan, membentuk identitas kita sebagai tubuh Kristus yang saling menanggung. Dalam tindakan empati, kita menegaskan sebagian besar inti iman: kasih yang nyata mengubah cara kita melihat sesama.
Catatan singkat kutipan (referensi sumber teologi publik domain): Dalam telaah klasik, Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa respons emosi ini adalah bagian dari pelayanan kasih sejati dalam gereja. Mereka menekankan bahwa empati tidak cukup sebatas perasaan, tetapi memerlukan tindakan nyata yang memuliakan Allah dan memperkuat komunitas iman. (Kutipan tidak disalin secara penuh di sini demi menjaga isi ringkas, namun nuansa pembacaan mereka tercermin dalam pandangan tentang kasih praktis dan kesatuan jemaat.)
Ringkasan inti: Bersukacitalah dengan yang bersukacita, menangislah dengan yang menangis—seruan untuk hidup saling peduli, membangun solidaritas rohani, dan memperlihatkan kasih Kristus melalui pengalaman hidup bersama.