Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Wahyu 21:1 Wahyu 21:2 Wahyu 21:3 Wahyu 21:4 Wahyu 21:5 Wahyu 21:6 Wahyu 21:7 Wahyu 21:8 Wahyu 21:9 Wahyu 21:10 Wahyu 21:11 Wahyu 21:12 Wahyu 21:13 Wahyu 21:14 Wahyu 21:15 Wahyu 21:16 Wahyu 21:17 Wahyu 21:18 Wahyu 21:19 Wahyu 21:20 Wahyu 21:21 Wahyu 21:22 Wahyu 21:23 Wahyu 21:24 Wahyu 21:25 Wahyu 21:26 Wahyu 21:27



Wahyu 21:17 – Ukuran gerbang kota Yerusalem baru
Makna langsung ayat ini adalah bahwa ukuran kota Yerusalem baru diungkapkan dengan parameter yang spesifik: dewala negeri itu, yaitu ukuran seratus empat puluh empat hasta menurut ukuran manusia, yang dipakai oleh malaikat yang mengukur.
Latar konteks
Wahyu pasal 21 menggambarkan Yerusalem baru sebagai kota yang datang dari sorga, tubuh umat Allah yang telah ditebus. Dalam penglihatan Yohanes, pengukuran menegaskan kesempurnaan struktur kota, keharmonisan arsitektur, dan kemutlakan keselamatan yang terukur menurut standar ilahi. Angka dan ukuran dalam kitab Wahyu sering dipakai simbolik namun tetap berakar pada bahasa pengukuran yang dikenali orang ketika itu.
Observasi penafsiran
Ikhtisar tema utama
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian Alkitab lain menekankan gagasan ukuran, kemuliaan, dan perlindungan ilahi atas umat-Nya:
Pengalaman praktis yang singkat
Ayat ini mengingatkan kita bahwa segala rencana Allah bagi umat-Nya adalah teratur dan mapan. Bagi orang percaya, ukuran ilahi tidak menekan kreativitas manusia, melainkan menegaskan bahwa hidup kita selaras dengan rencana keselamatan-Nya, yang terakhir berujung pada kemuliaan kekal. Fokus kita adalah percaya, taat, dan berharap pada pemeliharaan-Nya yang tidak berubah.
Potongan dari para penafsir lama seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menegaskan bahwa angka-angka simbolik Wahyu berfungsi untuk menegaskan kepastian keselamatan, bukan untuk menambah beban hukum ritual. Mereka menekankan bahwa inti eratnya adalah kehadiran Allah yang memampukan umat-Nya hidup dalam kemuliaan-Nya. Secara ringkas, pengukuran ini menguatkan pesan: Allah yang mahakudus menyiapkan tempat bagi umat yang percaya, dan ukuran-Nya adalah ukuran kasih dan keselamatan yang utuh.
Referensi silang singkat (tanpa kutipan teks penuh): Yeremia 31:37; Efesus 2:22; Wahyu 22:1-2.