Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 15:5 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 15:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kemudian daripada itu aku tampak Rumah Allah, yaitu kemah kesaksian yang di surga itu, terbuka,
Wahyu 15:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 15:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 11:19 (IDN) »
Maka terbukalah Rumah Allah yang di surga, lalu kelihatanlah tabut Perjanjian Allah di dalam Rumah-Nya itu; maka jadilah beberapa kilat dan suara dan guruh dan gempa bumi dan hujan batu yang lebat.

Bilangan 1:50 (IDN) »
melainkan hendaklah engkau mengangkat orang Lewi itu atas kemah assyahadat dan atas segala sesuatu yang sebagainya, serta hendaklah mereka itu mengusung kemah sembahyang dan segala perkakasnya dan hendaklah mereka itu mengerjakan dia dan duduk keliling kemah sembahyang itu.

Matius 27:51 (IDN) »
Maka sekonyong-konyong tirai di dalam Bait Allah cariklah terbelah dua, dari atas sampai ke bawah; dan bumi pun gempa; dan batu-batu gunung terbelah-belah.
Wahyu 15:5 (IDN) — Rumah Allah terbuka di surga
Pasangan konteks Wahyu pasal 15 berada setelah sangkakala ketujuh dan pembukaan sukacita besar orang-orang saleh yang telah menang. Ayat ini melanjutkan gambaran kemuliaan ibadah di hadapan tahta Allah: suatu penglihatan tentang Rumah Allah, yaitu kemah kesaksian di surga, yang terbuka. Peristiwa ini menandai momen akses langsung kepada kursi kasih karunia dan persiapan untuk peristiwa-peristiwa terakhir yang akan membawa pembebasan penuh bagi umat percaya.
Makna sentral
Ayat ini menekankan realitas nyata: sorga adalah tempat ibadah dan kemuliaan yang terus berpusat pada Allah. “Rumah Allah” di sini merujuk pada kemah kesaksian surgawi, tempat Allah berfirman, bersaksi, dan menghidupkan kehendak-Nya. Keterbukaan kemah itu menunjukkan transparansi sebuah kerajaan yang tidak tersembunyi, di mana kebenaran dan keadilan Allah dapat dilihat dan dihadapi dengan iman.
Tema-tema kunci
Cross-references yang relevan
Penjelasan lintas: kelima rujukan memberi gambaran bahwa pembukaan tempat kudus, visualisasi kemuliaan, dan firman Allah saling terkait sebagai landasan iman Kristen dalam menghadapi ujian akhir zaman. Mereka menegaskan bahwa Allah tetap terbuka, berkuasa, dan memimpin umat-Nya menuju kebenaran.
Aplikasi praktis
Pertimbangkan bagaimana kita merawat keterbukaan hati kepada Allah dalam ibadah sehari-hari. Keberadaan “Rumah Allah yang terbuka” mengundang doa yang jujur, pemantapan firman-Nya, dan kesetiaan dalam mencerminkan karakter-Nya di tengah dunia. Meski pergumulan hidup bisa berat, kenyataan bahwa surga memiliki tempat teduh bagi umat percaya memberi pengharapan yang meneguhkan kita untuk tetap setia.
ringkasan penutup
Ayat Wahyu 15:5 menyiratkan akses ilahi yang penuh arti melalui kemah kesaksian surgawi. Ini menegaskan bahwa Allah berfirman dan berkuasa atas segala rencana-Nya, serta menyiapkan umat-Nya untuk masa-masa terakhir dengan kemuliaan-Nya yang terbuka bagi semua orang percaya.
Quotations: Beberapa ide rangkuman dari komentar klasik publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dipadukan secara ringkas dalam narasi ini. Istilah “kemah kesaksian” merujuk pada makna simbolik kehadiran Allah di antara umat-Nya serta firman-Nya yang menjadi ukuran hidup rohani.