Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 15:3 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 15:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
sambil menyanyikan nyanyian Musa hamba Allah itu, dan nyanyian Anak domba itu, katanya, "Besar dan ajaiblah segala perbuatan-Mu, ya Allah, Tuhan Yang Mahakuasa; maka adil dan benarlah segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa.
Wahyu 15:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 15:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 111:2 (IDN) »
Maka besarlah segala perbuatan Tuhan; barangsiapa yang suka akan dia, ia itupun menyelidik dia.

Mazmur 139:14 (IDN) »
Bahwa aku memuji akan Dikau, sebab aku telah terkarang dengan kemuliaan dan ajaib; sesungguhnya ajaiblah segala perbuatan-Mu, maka jiwaku mengetahuinya baik-baik.

Keluaran 15:1 (IDN) »
Hata, maka pada masa itu dinyanyikan Musa dan segala bani Israel akan nyanyian ini bagi Tuhan, bunyinya: Aku hendak menyanyi bagi Tuhan, karena tinggi benar kemuliaan-Nya! Telah dicampakkan-Nya kuda serta dengan orang yang mengendarainya ke dalam laut.
Mengapa Ayat Wahyu 15:3 penting
Wahyu 15:3 menampilkan paduan pujian yang megah pada saat umat Allah menyatakan kemuliaan-Nya. Nyanyian Musa yang lamanya dikenal sebagai lagu pembebasan dari perbudakan di Mesir bergabung dengan nyanyian Anak Domba, menandai perpaduan antara pembebasan historis Israel dan karya penyelamatan Kristus. Ayat ini mengarahkan pembaca kepada kebenaran utama: segala perbuatan Allah adalah besar, ajaib, adil, dan benar. Penyataan ini menjadi landasan bagi iman kita ketika menghadapi ujian dan penghakiman terakhir, karena Tuhan yang berkuasa bertindak dengan keadilan dan kesetiaan.
Konteks asli
Ayat ini berada dalam bagian Wahyu yang menggambarkan kemuliaan Tuhan dan intervensi-Nya atas kejahatan dunia. Pada puncak kehadiran-Nya, umat Allah mengangkat puji-pujian yang menyatakan keagungan karya-Nya, khususnya kasih karunia pembebasan melalui Anak Domba. Nyanyian Musa merujuk pada sejarah pembebasan bangsa Israel, sedangkan nyanyian Anak Domba menegaskan karya penebusan Kristus yang menaklukkan kuasa dosa dan kematian.
Pesan utama
Pesan inti ayat ini adalah pengakuan bahwa segala pekerjaan Allah bersifat besar, ajaib, adil, dan benar. Dalam konteks akhir zaman, pujian ini membangkitkan keyakinan bahwa Tuhan yang berdaulat tidak hanya melakukan pembebasan, tetapi juga menegakkan keadilan-Nya atas semua jalan hidup manusia. Pengakuan ini mengundang umat percaya untuk merespons dengan iman, taat, dan puji-puji yang tulus.
Tema-teka utama yang terkait
Ayat-ayat silang yang relevan
Refleksi praktis
Ayat ini menantang kita untuk melihat kehidupan sehari-hari melalui lensa iman yang meyakini bahwa Allah yang berkuasa tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga menghormati keadilan-Nya. Ketika kita menghadapi ketidakpastian atau penantian akan keadilan, kita dapat menaruh pengagungan kita pada Tuhan, mengingat bahwa karya-Nya besar, adil, dan benar. Mari kita menjalani kehidupan yang memuliakan-Nya, dengan percaya bahwa akhirnya kebenaran Allah akan dinyatakan secara penuh.
Catatan editorial ringkas
Ayat ini menyambungkan tradisi pujian Israel dengan puncak karya Kristus, sebuah tema yang juga dipelajari oleh penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke. Mereka menyoroti bahwa pujian ini bukan sekadar ekspresi emosional, melainkan pengakuan tegas atas sifat-Nya: keadilan-Nya mutlak, kebajikan-Nya konsisten, dan rencana-Nya yang besar bagi umat manusia.
Beberapa kutipan singkat yang relevan (tanpa menyalin teks penuh) dari sumber publik domain: - Matthew Henry menekankan bahwa pujian ini menyatakan kebenaran jalan Tuhan dalam semua keadaan. - Albert Barnes menyoroti sifat adil dan benar dalam pemerintahan kita sebagai raja bangsa-bangsa. - Adam Clarke menegaskan kemuliaan karya-Nya yang menakjubkan bagi mereka yang percaya.