Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 15:1 Bilangan 15:2 Bilangan 15:3 Bilangan 15:4 Bilangan 15:5 Bilangan 15:6 Bilangan 15:7 Bilangan 15:8 Bilangan 15:9 Bilangan 15:10 Bilangan 15:11 Bilangan 15:12 Bilangan 15:13 Bilangan 15:14 Bilangan 15:15 Bilangan 15:16 Bilangan 15:17 Bilangan 15:18 Bilangan 15:19 Bilangan 15:20 Bilangan 15:21 Bilangan 15:22 Bilangan 15:23 Bilangan 15:24 Bilangan 15:25 Bilangan 15:26 Bilangan 15:27 Bilangan 15:28 Bilangan 15:29 Bilangan 15:30 Bilangan 15:31 Bilangan 15:32 Bilangan 15:33 Bilangan 15:34 Bilangan 15:35 Bilangan 15:36 Bilangan 15:37 Bilangan 15:38 Bilangan 15:39 Bilangan 15:40 Bilangan 15:41



Makna Ayat
Bilangan 15:20 menjelaskan bahwa sebagai bagian dari persembahan tatangan, setiap orang membawa persembahan perdana (apam hulu) dari apa yang mereka bakar untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Ayat ini menekankan konsistensi ibadah pribadi dengan setiap korban bakar komunitas, menunjukkan bahwa persembahan seharusnya lahir dari apa yang dimiliki dan diproses secara ritual.
Latar Belakang Kontekstual
Dalam Bilangan pasal ini, umat Israel diingatkan mengenai tata cara korban persembahan tatangan yang berhubungan dengan pekerjaan menenun, pengolahan makanan, dan ritual pemujaan di kemah perkemahan. Persembahan tatangan adalah bagian dari korban yang dibakar di altar untuk kenyamanan Tuhan sebagai persembahan yang menandakan ketaatan umat. Ayat ini menempatkan “apam hulu” sebagai bagian pertama dari setiap hasil bakar; prinsipnya adalah memberi jamak bagian terbaik dari hasil kerja mereka kepada Tuhan.
Beobahan Penafsir Umum
Para penafsir publik domain menekankan prinsip perkecualian antara pemberian “hulu” (permulaan) dari setiap hasil bakaran dengan keinginan umat untuk menjaga kekudusan ritual. Coretan dari para penafsir terdahulu menyoroti bahwa tindakan persembahan meliputi lambang komitmen seumur hidup: apa yang pertama kali ada pada hasil kerja manusia juga menjadi persembahan bagi Tuhan.
Pemikiran Tematik
Rujukan Silang yang Relevan
- Keluaran 29:27; prinsip pemakaian bagian pertama (hok) sebagai bagian khusus yang dipersembahkan untuk Tuhan. Penjelasan: bagian pertama dari hasil kerja orang Israel dipakai untuk upacara pemurnian dan peringatan akan pemeliharaan-Nya.
- Imamat 2:13; saling menguatkan konsep persembahan tatangan yang dipakai untuk menandai dedicasi umat pada Allah. Penjelasan: persembahan manapun diberi ya keluhuran, tidak hanya soal bakaran saja, tetapi seluruh sajian.
- Ulangan 18:4; pernyataan bahwa bagi bangsa Israel, bangsa itu menomorsatukan bagian pertama dari segala hasil sebagai milik Tuhan. Penjelasan: konsistensi ibadah memelihara hubungan dengan Tuhan di kehidupan sehari-hari.
Inti Praktis yang Terbatas
Ambil bagian terbaik dari pekerjaan kita untuk Tuhan—setiap usaha, setiap hasil, dipersembahkan dengan niat memuliakan Allah. Pengenalan ritus seperti tatangan menguatkan disiplin hidup rohani: ketaatan beriring dengan pemberian terbaik dalam keseharian.
Catatan Penutup
Ayat ini mengajak pembaca untuk melihat bagaimana ibadah meresap ke dalam rutinitas hidup. Dalam konteks Imamat dan Bilangan, prinsip memberi bagian pertama dari apa yang diperoleh menjadi lambang kesetiaan kepada Tuhan. Seiring waktu, makna peribahasaan ini mengundang kita menelusuri bagaimana sikap hormat kepada Tuhan dapat tercermin dalam pilihan-pilihan kecil sehari-hari kita.
Quotations from public-domain commentaries (Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke) are not verbatim here to respect copyright-free paraphrase. Akan disebutkan secara ringkas jika ada kutipan eksplisit yang dibutuhkan.