Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 15:1 Bilangan 15:2 Bilangan 15:3 Bilangan 15:4 Bilangan 15:5 Bilangan 15:6 Bilangan 15:7 Bilangan 15:8 Bilangan 15:9 Bilangan 15:10 Bilangan 15:11 Bilangan 15:12 Bilangan 15:13 Bilangan 15:14 Bilangan 15:15 Bilangan 15:16 Bilangan 15:17 Bilangan 15:18 Bilangan 15:19 Bilangan 15:20 Bilangan 15:21 Bilangan 15:22 Bilangan 15:23 Bilangan 15:24 Bilangan 15:25 Bilangan 15:26 Bilangan 15:27 Bilangan 15:28 Bilangan 15:29 Bilangan 15:30 Bilangan 15:31 Bilangan 15:32 Bilangan 15:33 Bilangan 15:34 Bilangan 15:35 Bilangan 15:36 Bilangan 15:37 Bilangan 15:38 Bilangan 15:39 Bilangan 15:40 Bilangan 15:41



Konteks dan Makna Bilangan 15:27
Pemazmur budaya Perjanjian Lama memahami tindakan korban sebagai jawaban atas dosa yang disengaja maupun tidak disengaja. Ayat ini menegaskan bahwa jika seseorang secara tidak sengaja berbuat dosa, ia harus membawa seekor kambing betina berumur setahun sebagai korban karena dosa. Inti interpretatifnya adalah keadilan ritual yang bersifat inklusif bagi mereka yang tidak sengaja tersesat dalam kesalahan, serta penyediaan jalan pemulihan melalui persembahan.
Konteks sastra
Bilangan 15 berfokus pada hukum persembahan untuk pelanggaran kecil dan tidak sengaja. Pembedaan antara dosa yang disengaja dan tidak disengaja menggarisbawahi bahwa Allah menghargai kepatuhan yang terus-menerus, sekalipun keliru dilakukan tanpa kesadaran penuh. Dalam konteks ini, korban kambing betina menyediakan jalur pendamaian bagi individu yang telah tanpa sengaja tersesat dari perintah Tuhan.
Makna teologis
Dalam hukum korban kuno, tindakan korban bukan sekadar penghapusan kesalahan, melainkan pernyataan kebergantungan umat kepada kasih karunia Allah. Dosa tidak sengaja tetap memerlukan respons yang menubuh-kan kesetiaan, meneguhkan bahwa dosa apa pun menuntut pemulihan hubungan dengan Allah. Persembahan kambing betina adalah simbol penundukan diri dan pengakuan bahwa penghukuman secara moral menuntut pembuktian tindakan yang menyatakan kesetiaan kepada perintah Tuhan.
Hubungan dengan bagian lain Kitab Suci
Pertanyaan refleksi
Penafsiran singkat
Ayat ini menekankan bahwa perlakuan Allah terhadap dosa tidak mengabaikan pelanggaran, meskipun dilakukan tanpa sengaja. Persembahan kambing betina untuk dosa menjadi simbol pengakuan, penyerahan, dan pemulihan hubungan dengan Tuhan. Nasihat praktisnya: ketika kita tersesat, kita menanggapi dengan tindakan yang sesuai dalam ketaatan kepada perintah-Nya dan dengan ketulusan hati.
Cross-references singkat
Ringkasan penutup
Bilangan 15:27 mengingatkan bahwa Allah memperhatikan niat dan keadaan manusia. Ketika dosa terjadi tanpa niat jahat, ada jalur pemulihan yang tetap menjaga kemurnian ibadah umat. Korban kambing betina berumur setahun menjadi simbol pengakuan, penundukan diri, dan pemulihan hubungan dengan Tuhan, sebuah pola yang berlanjut dalam narasi penebusan Alkitab.