Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMikha 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
Mikha 1:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab itu Samaria Kujadikan kelak padang yang penuh dengan kerobohan batu dan tempat orang menanam pokok anggur; dan Aku akan menghamburkan batu-batunya ke dalam lembah dan membukakan segala alasnya.
Mikha 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Mikha 1:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yehezkiel 13:14 (IDN) »
Dan Aku akan merobohkan pagar yang telah kamu lumas dengan kapur itu, dan Kucampakkan dia ke bumi dan alasnyapun akan kelihatan! maka apabila robohlah ia itu, kamupun akan binasa di tengah-tengahnya; demikianlah akan diketahui olehmu bahwa Aku ini Tuhan!

Mikha 3:12 (IDN) »
Maka sekarang oleh karena sebab kamulah Sion akan ditenggala seperti bendang dan Yeruzalem akan menjadi suatu kerobohan batu dan bukit rumah itu akan menjadi busut di hutan.

2 Raja-raja 19:25 (IDN) »
Tiadakah pernah engkau dengar bahwa Aku sudah mengadakan sekalian ini dari dahulu dan dari zaman dahulu kala Aku sudah menentukan segala perkara yang Kudatangkan sekarang ini? yaitu tak dapat tiada engkau juga yang patut membinasakan segala kota benteng yang teguh-teguh, sehingga ia itu menjadi kerobohan batu.
Mikha 1:6 (Versi IDN)
Setting: Mikha menubahkan penghukuman ilahi atas Samaria dan Yehuda karena dosa-dosa Israel Utara maupun Kerajaan Yehuda. Tuhan menegaskan bahwa kota-kota mereka akan hancur, tanahnya menjadi kosong, dan unsur-unsur yang dahulu dipakai untuk perhubungan serta pemugaran kelangsungan hidup akan berubah menjadi gambaran kehancuran total. Ayat ini menguatkan tema utama kitab Mikha: panggilan bertobat, keadilan Tuhan, dan harapan akan pemulihan nanti yang diiringi keadilan moral.
Makna tentang Allah dan iman
Ayat ini menggambarkan keutuhan kedaulatan Allah yang menilai bangsa melalui perbuatan mereka. Tuhan menyatakan bahwa situs-situs ibadah dan kemegahan kota akan diratakan jika ketidaksetiaan berlarut-larut. Ini bukan sekadar prediksi fisik, melainkan penghakiman yang melibatkan identitas mereka sebagai umat perjanjian. Allah yang berkuasa atas tanah dan pemeliharaan umat-Nya menunjukkan bahwa pelestarian hidup tidak hanya bergantung pada ritual, melainkan ketaatan hati dan keadilan sosial.
Kata-kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa nubuatan Mikha beresonansi dengan tema penghukuman karena ketidaksetiaan dalam kitab Amos dan Hosea, lalu berbalik pada pengharapan pemulihan melalui pemahaman akan keadilan Allah. Referensi silang berikut memperkaya pemahaman:
Aplikasi bagi kehidupan kini
Ajaran Mikha mengingatkan kita bahwa keimanan tidak dapat dipisahkan dari tindakan. Allah menuntut integritas dalam semua bidang: hubungan antarmanusia, keadilan bagi mereka yang tertindas, serta ketundukan hati kepada Tuhan. Bila ada kemunafikan atau penyalahgunaan kekuasaan, kita didorong untuk mempertanyakan kesejarahan hidup kita: adakah iman kita berlanjut dalam perbuatan yang benar terhadap sesama? Pada masa kini, tanggapan kita adalah memperkuat keadilan, memperbaiki sistem yang rusak, dan hidup secara konsisten dengan panggilan perjanjian-Nya.
Pengantar singkat dari para komentator terdahulu
Para penafsir proyek klasik memberi gambaran bahwa nubuat Mikha menekankan pertobatan nyata lebih dari sekadar bentuk ritual. Matthew Henry menyoroti perlunya disiplin moral dan keadilan sosial sebagai bukti iman yang hidup. Albert Barnes menegaskan bahwa nubuat ini menunjukkan Tuhan sebagai Hakim yang menilai semua perbuatan, bukan sekadar peristiwa historis. Adam Clarke menekankan pentingnya konteks ketidaktaatan umat dalam perjanjian-Nya sebagai latar pengungkapan kehendak Allah.
Quotations: tidak ada kutipan langsung panjang, tetapi ringkasan para komentator terdahulu mencakup gagasan-tokoh di atas yang relevan dengan tema keadilan dan pertobatan dalam nubuatan Mikha.
Cross-references singkat