Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 20:1 Matius 20:2 Matius 20:3 Matius 20:4 Matius 20:5 Matius 20:6 Matius 20:7 Matius 20:8 Matius 20:9 Matius 20:10 Matius 20:11 Matius 20:12 Matius 20:13 Matius 20:14 Matius 20:15 Matius 20:16 Matius 20:17 Matius 20:18 Matius 20:19 Matius 20:20 Matius 20:21 Matius 20:22 Matius 20:23 Matius 20:24 Matius 20:25 Matius 20:26 Matius 20:27 Matius 20:28 Matius 20:29 Matius 20:30 Matius 20:31 Matius 20:32 Matius 20:33 Matius 20:34



Matius 20:4 (IDN) — "Pergilah kamu pun ke kebun anggur itu, dan barang apa yang patut aku berikan kepadamu." Lalu orang itu pun pergilah.
Makna teologis singkat
Kata-kata kunci dan gambaran iman
Kutipan dari tafsiran klasik (seniman publik-domain)
Adam Clarke menekankan bahwa perumpamaan ini menonjolkan kedaulatan tuan kebun, serta bahwa balasan akhir Tuhan tidak bisa ditukar dengan kriteria manusia. Ia menekankan bahwa upah dalam konteks ini adalah hak prerogatif tuan, bukan hasil dari perhitungan manusia.
Albert Barnes menekankan bahwa fokus ajaran adalah kemurahan hati Allah dan bahwa upah tidak selalu mengikuti jam kerja yang kita nilai sah atau cukup; Allah sering bekerja dengan cara yang tampak tidak logis bagi kita, demi kebenaran dan kasih-Nya.
Matthew Henry menilai bagian ini sebagai pelajaran tentang kasih, keadilan, dan kedaulatan Allah, di mana manusia diajak mempercayai kebijaksanaan-Nya meski hubungannya dengan hak-hak manusia tampak tidak konvensional.
Rujukan silang (referensi singkat)
Aplikasi praktis bagi iman hari ini
Catatan: Kutipan langsung dari komentator publik-domain disediakan hanya untuk konteks umum dan tidak mewakili seluruh karya. Ringkasan ide utama disusun ulang untuk pembaca Indonesia tanpa mengubah makna teologis asli.