Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 26:1 Imamat 26:2 Imamat 26:3 Imamat 26:4 Imamat 26:5 Imamat 26:6 Imamat 26:7 Imamat 26:8 Imamat 26:9 Imamat 26:10 Imamat 26:11 Imamat 26:12 Imamat 26:13 Imamat 26:14 Imamat 26:15 Imamat 26:16 Imamat 26:17 Imamat 26:18 Imamat 26:19 Imamat 26:20 Imamat 26:21 Imamat 26:22 Imamat 26:23 Imamat 26:24 Imamat 26:25 Imamat 26:26 Imamat 26:27 Imamat 26:28 Imamat 26:29 Imamat 26:30 Imamat 26:31 Imamat 26:32 Imamat 26:33 Imamat 26:34 Imamat 26:35 Imamat 26:36 Imamat 26:37 Imamat 26:38 Imamat 26:39 Imamat 26:40 Imamat 26:41 Imamat 26:42 Imamat 26:43 Imamat 26:44 Imamat 26:45 Imamat 26:46



Imamat 26:18 (IDN)
“Maka jikalau kemudian dari pada segala perkara ini belum kamu mau dengar akan Daku, niscaya Aku menambahinya lagi, hendak menyiksakan kamu tujuh kali lebih sebab segala dosamu.”
Pengantar konteks segera
Naskah Imamat 26 berisi perjanjian Allah dengan bangsa Israel, berisi dua bagian utama: berkat bagi ketaatan dan kutuk bagi pembangkangan. Ayat 18 muncul setelah ancaman-ancaman sebelumnya terhadap pelanggaran hukum-Nya. Allah menyatakan bahwa jika umat tidak mendengar dan taat meskipun telah diberi peringatan melalui hukum dan petunjuk-Nya, maka Dia akan meningkatkan siksa-Nya secara bertahap. Ini menyoroti prinsip keadilan ilahi yang berimbang dengan kasih-Nya yang menyertai nasihat dan peringatan sejak awal kitab suci.
Yang dipampangkan tentang Allah dan iman
Ayah berfirman dengan tutur yang tegas namun menarik benang harapan: Allah adalah Tuhan yang kompleks dalam kasih dan keadilan. Peringatan ini bukan sekadar hukuman semata, melainkan bagian dari upaya pemulihan umat-Nya melalui disiplin yang bertujuan membawa mereka kembali kepada-Nya. Ketika umat menolak nasihat Tuhan, konsekuensi “tujuh kali lipat” menggambarkan ukuran keseriusan Tuhan dalam menuntun umat agar berbalik dari dosa.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rentetan rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain dalam Imamat dan kitab hukum menyoroti tema disiplin untuk pemulihan:
Pemahaman teologis yang praktis
Ada pola umum di mana disiplin ilahi tidak bertujuan menghancurkan, melainkan membentuk kembali hati umat untuk kembali kepada Tuhan. Di balik ancaman tujuh kali lipat terdapat panggilan yang setia untuk berbalik dari jalan dosa, menyadari kekuatan Allah, serta memperbarui komitmen kepada ketaatan yang hidup.
Aplikasi bagi kita sekarang
Ayat ini mengingatkan bahwa ketidaktaatan membawa konsekuensi, tetapi Allah juga menyediakan jalan pulang melalui pertobatan dan ketaatan yang berkelanjutan. Dalam hidup iman masa kini, kita dipanggil untuk: - Mendengar dengan telinga iman: menyimak nasihat firman Tuhan dengan hati yang tunduk. - Mengenali disiplin Allah sebagai bentuk kasih yang memulihkan, bukan sekadar hukuman. - Memelihara ketekunan dalam ketaatan, meski masa-masa menantang, karena Allah berjanji untuk tidak meninggalkan umat-Nya tanpa kesempatan bertobat.
Inti bijak dari para penafsir lama
Para penafsir klasik menekankan bahwa suara Tuhan tetap hadir dalam bentuk peringatan yang bertujuan memperbaiki jalan manusia. Mereka menegaskan bahwa disiplin adalah bagian dari kasih Allah yang menjaga umat-Nya agar tidak terjerumus lebih dalam. Dalam pandangan mereka, ketaatan adalah jalan untuk mengalami pemulihan dan berkat Allah yang berkelimpahan.
Cuplikan yang relevan dari komentar klasik: - Matthew Henry menekankan bahwa disiplin Allah adalah jalan untuk membawa umat kembali kepada-Nya, bukan sekadar hukuman. - Albert Barnes menyoroti bahwa ancaman tujuh kali lipat menunjukkan sifat Allah yang adil namun juga berbelas kasih ketika ada respons tobat. - Adam Clarke menyoroti aspek didaktik hukum, bahwa peringatan berulang berfungsi sebagai kesempatan untuk kembali kepada Allah dengan sungguh-sungguh.
Referensi silang singkat: Imamat 26:18, Imamat 26:21, Imamat 26:40-42. Ayat-ayat ini bersama-sama menampilkan pola disiplin sebagai upaya pemurnian dan pemulihan hubungan dengan Allah.