Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRatapan 1:21 Tafsiran ayat Alkitab
Ratapan 1:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Mereka itu sudah mendengar keluh kesahku dan tiadalah penghibur padaku. Serta kedengaranlah celakaku kepada segala musuhku, maka sukacitalah hati mereka itu sebab Engkau sudah membuat akan daku demikian. Hendaklah kiranya datang hari yang telah Kautentukan, maka mereka itu akan jadi sama dengan aku.
Ratapan 1:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ratapan 1:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ratapan 1:8 (IDN) »
Bahwa sangat besarlah dosa Yeruzalem, sebab itu ia telah jadi seperti seorang najis: Segala orang yang dahulu memberi hormat kepadanya sekarang mencelakan dia, karena telah dilihatnya hal telanjangnya, maka iapun berkeluh kesah dan undur ke belakang.

Ratapan 2:15 (IDN) »
Segala orang yang lalu di jalan itu bertepuk-tepuk tangan sebab halmu, mereka itu bersiul dan menggeleng kepala sebab hal puteri Sion, katanya: Inilah dia negeri yang dikatakan makota keelokan dan kesukaan segenap isi bumi?

Yeremia 50:11 (IDN) »
Tegal kamu sudah menyukakan dirimu dan tegal kamu sudah melompat dengan sukacita, hai segala penjarah bahagian-Ku pusaka! tegal kamu sudah berlezat laksana lembu muda yang mengirik dan kamu sudah meringkik seperti kuda jantan.
Rata-rata Setting dan Makna Ayat Ratapan 1:21 (IDN)
Ayat ini menyatakan keluh kesah seorang yang menderita penderitaan berat di kota yang telah ditinggalkan. Ratapan pasal ini menggambarkan suasana duka yang mendalam karena kehancuran Yerusalem, serta perasaan terasing dan pengadilan ilahi yang terasa dekat. Pada ayat 21, keluh kesah bersilang dengan pengandalan pada pembalasan Tuhan terhadap musuh-musuhnya. Kebanyakan orang percaya menyimak bahwa pembaca ratapan sedang menantikan keadilan Allah yang nyata terhadap orang-orang yang menindas, sambil meratap atas kehilangan perlindungan historis, kemuliaan kota suci, dan kemakmuran bangsa.
Iman kepada Allah dalam Penderitaan
Ayat ini menampilkan gaya doa ratapan yang jujur: meski duka menekan, ada ketergantungan pada Yahweh. Penekanan pada kedengarannya tangisan lawan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana umat bisa mengalami kedatangan pembalasan ilahi. Dalam konteks kitab Ratapan, iman tidak meniadakan kepedihan, melainkan meneguhkan bahwa Allah yang adil tetap memegang kendali atas sejarah.
Istilah dan Gambaran Penting
Rujukan Luar yang Relevan
Beberapa bagian lain dalam Perjanjian Lama memberi konteks tentang tema keadilan ilahi, penghakiman, serta pemulihan bagi umat Allah:
Inti hubungan dengan ayat-ayat ini ialah bahwa penderitaan tidak meniadakan iman; justru mendorong umat untuk menempatkan sepenuhnya pengharapan pada Allah yang adil dan setia.
Aplikasi Kekinian
Pengantar Ringkas dari Tokoh-Tokoh Penafsir Tua
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa Ratapan 1:21 menggabungkan rasa malu karena perlakuan musuh dengan keyakinan bahwa Tuhan memegang kendali atas waktu dan keadilan. Mereka menekankan bahwa meski Allah bisa menimbulkan beban untuk mengajar umat-Nya, tujuan akhirnya adalah pemurnian iman dan pemulihan bagi umat-Nya. Salah satu momen kunci adalah pengakuan bahwa Allah tidak kehilangan kendali meski situasi tampak berat di mata manusia.
Penutup Singkat
Ayat ini mengajak kita melihat penderitaan sebagai bagian dari pengalaman umat Allah, tetapi iman pada keadilan-Nya memberikan arah dan penghiburan. Doa yang jujur dihadapkan pada kenyataan waktu Tuhan yang tepat untuk pembalasan dan pemulihan.