Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRatapan 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
Ratapan 1:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Demikianlah segala kemuliaan sudah lalu dari pada puteri Sion! segala penghulunya laksana rusa yang tiada mendapat tempat rumput, mereka itu berjalan dengan letihnya di hadapan orang yang mengejar akan dia!
Ratapan 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ratapan 1:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yehezkiel 24:25 (IDN) »
Maka engkau, hai anak Adam! bukankah akan jadi ini, pada hari Aku melalukan dari padanya kemegahannya dan kesukaannya dan perhiasannya dan kekenangan matanya dan yang dirindukan hatinya, segala anaknya laki-laki dan perempuan;

Imamat 26:36 (IDN) »
Maka akan segala orang yang tertinggal dari pada kamu dalam negeri musuhnya, Aku akan mengadakan ketakutan dalam hatinya yang sudah tawar, sehingga bunyi daun yang terlayang-layangpun akan menghalaukan mereka itu, maka mereka itu akan lari seperti orang yang lari dari pada pedang, dan mereka itu akan rebah di tempat tiada orang yang mengejar.

Ulangan 28:25 (IDN) »
Bahwa Tuhanpun akan menyerahkan kamu teralah di hadapan segala musuhmu; pada jalan satu kamu akan mendatangi dia, pada jalan tujuh kamu akan lari dari hadapannya, dan kamupun akan menjadi suatu huru-hara bagi segala kerajaan yang di dalam dunia.
Rasannya dari Ratapan 1:6 (IDN)
Setting segera: Pasal Ratapan menggambarkan pembantaian hati kota Yerusalem setelah kehancuran. Ayat 1:6 menyoroti keruntuhan kemuliaan Puteri Sion dan hilangnya pemimpin-pemimpin yang sebelumnya berkuasa. Dalam konteks ini, penyair menaruh fokus pada kehilangan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga kelalaian rohani dan kehilangan arah yang diakibatkan oleh murka Allah atas pemberontakan umat-Nya.
Apa yang diajarkan teks ini tentang Tuhan dan iman
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah membiarkan kemuliaan duniawi menurun sebagai bagian dari kehendaknya untuk menegakkan keadilan. Ketika umat menolak perjanjian-Nya, yang tampak mulia pun bisa hilang. Namun di balik kehancuran, iman tetap menuntun ke arah pemulihan: ketaatan dan perlindungan Allah tidak tergoyahkan meski keadaan manusia runtuh. Firman ini mengingatkan bahwa iman tidak bergantung pada kemegahan mata rupa dunia, melainkan pada kesetiaan Allah yang menjaga janji-Nya pada umat yang bertobat.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Cross-references yang relevan
Makna praktis untuk masa kini
Ayat Ratapan 1:6 mengajak pembaca untuk tidak mengandalkan kemegahan luar atau kekuasaan dunia sebagai jaminan keamanan. Dalam kehidupan gereja dan pribadi, kita diajak menilai kembali bagaimana kita menaruh kepercayaan: pada hubungan dengan Tuhan, pada ketulusan pertobatan, dan pada kesetiaan-Nya yang tidak berubah. Ketika tekanan dan kehilangan datang, iman kita dapat tetap bertahan jika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan, menerima disiplin-Nya, dan menantikan pemulihan yang dikerjakan-Nya pada waktunya.
Ringkasan inti
Ayat ini menampilkan runtuhnya kemuliaan manusia sebagai bagian dari respons ilahi terhadap pemberontakan. Namun di balik kejatuhan, iman menuntun kita ke harapan bahwa Allah tetap setia pada perjanjian-Nya, memberi arah bagi pemulihan bagi mereka yang kembali kepada-Nya.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke are included only as referensi umum dari sumber-sumber beredar yang relevan; tidak ada kutipan penuh teks ayat di sini. Frasa-frasa yang bersumber dikenal sebagai gambaran umum dari komentar-komenar klasik disadur secara menyeluruh untuk menjaga keaslian dan konteks bahasa Indonesia.