Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRatapan 1:11 Tafsiran ayat Alkitab
Ratapan 1:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Segenap bangsanya berkeluh kesah sambil mencahari makan; barang yang indah-indah padanya diberikannya akan beroleh makan akan menyedapkan hatinya! Ya Tuhan! lihatlah kiranya dan pandanglah akan daku bagaimana kehinaan aku.
Ratapan 1:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ratapan 1:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 52:6 (IDN) »
Maka pada bulan yang keempat, pada sembilan hari bulan itu, begitu besar bala kelaparan di dalam negeri, sehingga tiadalah roti bagi segala rakyat negeri itu.

Yeremia 38:9 (IDN) »
Ya tuanku! adapun patik-patik itu kelakuannya jahat dalam segala sesuatu yang dibuatnya akan nabi Yermia, yang telah dibuangnya ke dalam perigi, karena tak dapat tiada mati juga ia kelak sendirinya dari lapar, tegal di dalam negeri ini tiada lagi roti.

Ratapan 2:12 (IDN) »
Katanya kepada emaknya: Di manakah gandum dan air anggur? Di sana mereka itu rebah pingsan seperti orang yang tertikam pada segala lorong negeri! Di sana mereka itu putus nyawa pada ribaan emaknya.
Ratapan 1:11 (IDN) — Latar, Makna, dan Aplikasi
Latar segera
Ayat ini berada dalam Ratapan, sebuah doa ratap pedih yang menyoroti penderitaan umat Israel yang terpisah dari kota Yerusalem dan Bait Allah. Di tengah penderitaan, sang derita mengamati kebiasaan bangsanya yang dahulu bersukacita dalam kelimpahan. Sekarang, semua harta yang dahulu indah-indah telah kehilangan maknanya karena kehancuran negara dan tata ibadahnya. Ungkapan “mencahari makan” menggambarkan rasa lapar yang mendesak dan kehilangan pemeliharaan ilahi atas umat-Nya. Segala sesuatu yang dulu dipandang indah kini menjadi sumber kecewa karena kehinaan yang menimpa.
Makna teologi yang dideskripsikan teks
Ayat ini menampilkan integritas iman dalam suasana kehancuran. Allah tidak dihilangkan dari pengalaman penderitaan, melainkan menjadi objek seruan: kiranya Tuhan melihat kehinaan mereka. Ini menyingkap bahwa iman dalam tradisi Ratapan menuntun orang percaya ke hadapan Allah dalam kejujuran penuh emosi—keputusasaan, harapan, dan pengakuan kebutuhan. Ketidakberdayaan manusia di hadapan kehancuran mengarahkan mereka untuk mengandalkan kasih dan perhatian Tuhan.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa rujukan relevan untuk memahami pola ratapan dan respons iman:
Aplikasi praktis untuk masa kini
Ayat ini mengundang kita untuk berani membawa kehadiran Allah ke dalam rasa hampa dan kehancuran pribadi maupun komunitas. Ketika nilai-nilai dunia terasa hilang dan kebutuhan mendesak menekan, kita diajak meneladani akal budi iman yang tetap berpegang pada kasih Tuhan. Harapan tidak meniadakan kenyataan rasa sakit; sebaliknya, keduanya berjalan beriringan ketika kita meminta Tuhan untuk melihat, memperhatikan, dan menuntun kita melalui masa-masa kehilangan menuju pemulihan ilahi. Dalam doa, kita belajar mengakui kehinaan kita sekaligus menantikan kembalinya kemuliaan Tuhan bagi umat-Nya.
Inti pesan dari para penafsir terdahulu
Para penafsir publik domain menggarisbawahi bahwa Ratapan mengundang kejujuran emosi di hadapan Allah, sambil mempertahankan citra Allah yang peduli dan berkuasa untuk membawa pemulihan. Pengamatan Adam Clarke, Albert Barnes, dan Matthew Henry menekankan bahwa doa ini adalah panggilan kepada kasih setia Allah meski keadaan tampak putus asa. Mereka menekankan pentingnya pengakuan kehinaan dengan kepercayaan bahwa Tuhan mengawasi dan akan menuntun kembali umat kepada pemulihan.
Cuplikan pendek dari penafsir terdahulu (jika relevan)
Jika ada kutipan spesifik dari penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke, kutipan tersebut akan dicantumkan secara singkat sesuai ketersediaan publik domain. Namun, inti maknanya tetap bahwa doa ratapan adalah ekspresi iman yang jujur: menuntut perhatian Tuhan sambil tetap percaya pada kasih-Nya yang setia.
Rujukan silang yang relevan