Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 2:1 Hakim-hakim 2:2 Hakim-hakim 2:3 Hakim-hakim 2:4 Hakim-hakim 2:5 Hakim-hakim 2:6 Hakim-hakim 2:7 Hakim-hakim 2:8 Hakim-hakim 2:9 Hakim-hakim 2:10 Hakim-hakim 2:11 Hakim-hakim 2:12 Hakim-hakim 2:13 Hakim-hakim 2:14 Hakim-hakim 2:15 Hakim-hakim 2:16 Hakim-hakim 2:17 Hakim-hakim 2:18 Hakim-hakim 2:19 Hakim-hakim 2:20 Hakim-hakim 2:21 Hakim-hakim 2:22 Hakim-hakim 2:23



Hakim-hakim 2:17 (IDN) — Latar, Makna, dan Aplikasi
Potongan ayat: Tetapi tiada juga didengarnya akan hakim-hakimnya, melainkan mereka itu berbuat zina menurut dewa-dewa sambil menyembah sujud kepadanya; maka dengan segera juga mereka itu undur dari pada jalan yang telah diturut oleh nenek moyangnya, yang mendengar akan segala firman Tuhan; maka mereka itu tiada berbuat demikian.
Latar segera settingnya
Apa yang ditunjukkan ayat ini tentang Allah dan iman
Istilah dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
1) Hakim-hakim 2:10–12 — generasi yang datang tidak mengenal Tuhan, terulang pola penyembahan berhala dan penindasan. Alkitab menunjukkan bagaimana kelalaian terhadap pewarisan iman membuat bangsa lemah secara rohani. Penjelasan singkat: menyoroti kesinambungan bahaya ketika orang tua tidak menanamkan fidusia iman kepada anak-anaknya.
2) Ulangan 6:4–9 — perintah untuk mengikuti Tuhan secara total dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pendidikan rohani bagi generasi berikutnya. Penjelasan singkat: menetapkan fondasi bahwa iman bukan sekadar ritual, melainkan cara hidup yang terus-menerus dipelihara di rumah tangga.
3) Mazmur 78:1–8 — pengingat akan sejarah umat Allah dan pentingnya mewariskan firman Tuhan dari generasi ke generasi. Penjelasan singkat: menggarisbawahi tanggung jawab komunitas untuk menjaga ajaran Tuhan tetap hidup.
Aplikasi bagi masa kini
Ayat ini mengingatkan bahwa iman yang gigih memerlukan pendengaran yang setia kepada firman Tuhan. Tantangan modern—gaya hidup sekuler, tekanan budaya, dan alternatif-ketuhanan—mengarahkan kita pada godaan untuk menukar Kristus dengan “dewa-dewa” kemewahan, prestise, atau kenyamanan. Kunci pertolongan adalah menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan melalui pembelajaran firman, doa, dan komunitas iman yang saling meneguhkan. Ketika kita meneladani nenek moyang iman yang mendengar firman Tuhan, kita menempatkan diri pada jalur yang membawa berkat dan perlindungan Allah.
Catatan tentang pandangan para komentator klasik
Frasa-frasa kunci dalam ayat ini sejajar dengan penekanan para komentator publik domain, seperti Adam Clarke dan Albert Barnes, yang menyoroti bahaya penyembahan berhala dan pentingnya ketaatan. Clarke menekankan bahwa penyelewengan iman dimulai dari hati yang tidak setia terhadap firman Tuhan, bukan sekadar perbuatan luar. Barnes menegaskan bahwa kegagalan generasi setelah Yosua berakar pada kelalaian pewarisan iman. Beberapa catatan singkat ini menguatkan inti ajaran: iman sejati berakar pada pendengaran firman Tuhan dan respons yang setia dalam kehidupan sehari-hari. (Catatan: kutipan penuh teks langsung dari para komentator tidak tersedia dalam potongan ini, tetapi arah ajaran umum mereka tercatat dalam penafsiran klasik).