Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 19:1 Hakim-hakim 19:2 Hakim-hakim 19:3 Hakim-hakim 19:4 Hakim-hakim 19:5 Hakim-hakim 19:6 Hakim-hakim 19:7 Hakim-hakim 19:8 Hakim-hakim 19:9 Hakim-hakim 19:10 Hakim-hakim 19:11 Hakim-hakim 19:12 Hakim-hakim 19:13 Hakim-hakim 19:14 Hakim-hakim 19:15 Hakim-hakim 19:16 Hakim-hakim 19:17 Hakim-hakim 19:18 Hakim-hakim 19:19 Hakim-hakim 19:20 Hakim-hakim 19:21 Hakim-hakim 19:22 Hakim-hakim 19:23 Hakim-hakim 19:24 Hakim-hakim 19:25 Hakim-hakim 19:26 Hakim-hakim 19:27 Hakim-hakim 19:28 Hakim-hakim 19:29 Hakim-hakim 19:30



Makna Ayat Hakim-hakim 19:22 (IDN)
Ayat ini menggambarkan kejatuhan moral suatu komunitas ketika keinginan untuk menyakiti orang lain mengalahkan norma-norma tamasya dan keramahan. Peristiwa ini menyoroti kekejaman dan kekerasan yang bisa tumbuh ketika manusia mengabaikan kasih sesama dan hak asasi pribadi, serta menyingkapkan bahaya pesta pora, pengaruh lingkungan yang rusak, dan lemahnya perlindungan terhadap tamu maupun orang asing di tengah masyarakat.
LATAR BELAKANG KONTEKS
Ayat ini terletak pada kisah tragis di mana seorang penduduk kota melayani seorang tamu laki-laki yang datang ke rumahnya. Ketika tamu itu disambut dengan keramahan di satu rumah, kota lain yang jahat memaksa pintu rumah itu, menuntut untuk mengenal lebih dekat tamu tersebut dengan maksud mencelakainya. Kisah ini berada dalam rangkaian cerita tentang kebrutalan moral manusia pada masa tersebut, memperlihatkan bagaimana masyarakat bisa mencondongkan diri pada tindakan kekerasan ketika hukum kasih terhadap sesama terabaikan.
POIN-POIN INTERPRETASI
INTI TEMATIK
KORELASI DENGAN AYAT-LAIN
Hakim-hakim 19:24 menambahkan unsur pengkhianatan terhadap tamu yang telah ditempatkan di rumah penduduk yang lain, mengingatkan bahwa tindakan jahat memiliki konsekuensi bagi komunitas secara keseluruhan. Ayub 31:32 juga mengingatkan pentingnya menghormati orang asing dengan memperlakukan mereka sebagaimana warga sendiri, menjauhi perlakuan zalim. Galatia 5:14 menegaskan kasih sebagai hukum utama; tindakan kekerasan bertentangan langsung dengan kasih terhadap sesama.
PANDUAN PRAKTIS
KESIMPULAN
Ayat ini menegaskan bahwa tindakan mengutamakan hawa nafsu atas kasih dan perlindungan terhadap sesama berbahaya bagi komunitas. Sebuah komunitas yang benar di hadapan Allah adalah komunitas yang menjunjung tinggi martabat manusia, melindungi tamu, dan menolak segala bentuk kekerasan. Perkataan hikmat para komentator publik Berbahasa lama seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke mengingatkan bahwa kemanusiaan sejati terletak pada perlindungan kepada orang lemah dan penghormatan terhadap hak setiap manusia di hadapan Tuhan.
Pernyataan singkat dari karya Matthew Henry: “The sin of destroying another man’s comfort or life is a great sin.” (Ringkas merangkum pesan umum; kutipan lengkap tidak disertakan di sini karena menghindari reproduksi karena hak cipta publik domain yang relevan). Pengamatan Barnes dan Clarke sejalan tentang bahaya moralitas yang merosot dan pentingnya keadilan sosial dalam menjaga rumah tangga dan kota dari kehancuran.