Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 19:1 Hakim-hakim 19:2 Hakim-hakim 19:3 Hakim-hakim 19:4 Hakim-hakim 19:5 Hakim-hakim 19:6 Hakim-hakim 19:7 Hakim-hakim 19:8 Hakim-hakim 19:9 Hakim-hakim 19:10 Hakim-hakim 19:11 Hakim-hakim 19:12 Hakim-hakim 19:13 Hakim-hakim 19:14 Hakim-hakim 19:15 Hakim-hakim 19:16 Hakim-hakim 19:17 Hakim-hakim 19:18 Hakim-hakim 19:19 Hakim-hakim 19:20 Hakim-hakim 19:21 Hakim-hakim 19:22 Hakim-hakim 19:23 Hakim-hakim 19:24 Hakim-hakim 19:25 Hakim-hakim 19:26 Hakim-hakim 19:27 Hakim-hakim 19:28 Hakim-hakim 19:29 Hakim-hakim 19:30
Hakim-hakim 19:19 (IDN)
Matius 19:19 menggambarkan sebuah percakapan singkat antara seorang lelaki tanpa identitas dengan seorang perawan/wanita yang menolongnya, yang menekankan kepedulian bersama dan kebutuhan dasar. Ayat ini berada dalam kisah yang kelam tentang kekejaman dan kehancuran akibat ketiadaan etika sosial dan penjagaan mereka satu sama lain. Di konteks ini, narasi menyoroti empati dan kemurahan hati meskipun situasi penuh bahaya.
Penjelasan inti tentang Allah dan iman
Ayat ini menampilkan pola iman yang praktis: percaya bahwa Tuhan menyediakan keperluan dasar manusia melalui sesama. Ketika orang percaya menempatkan kebutuhan fisik (makanan, minuman, tempat berlindung) sebagai prioritas, mereka secara tidak langsung mengakui bahwa Tuhan memakai manusia sebagai saluran berkat. Dalam situasi darurat, tindakan keramahtamahan menjadi ujian kesetiaan pada perintah kasih. Meski kisah ini penuh kekerasan, ada penekanan bahwa belas kasih dan persaudaraan tetap penting sebagai wujud iman yang hidup.
Istilah dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain
Beberapa bagian terkait menekankan tema perlindungan arah sesama dalam situasi rapuh. Misalnya, perlunya tamaknya orang percaya untuk memperlakukan tamu dan orang asing dengan kebaikan, karena Allah memanggil umat-Nya untuk menjadi saluran berkat. Cross-reference terkait tema kebutuhan dan empati:
Aplikasi praktis bagi masa kini
Ayat ini mengingatkan kita bahwa tindakan sederhana seperti menyediakan makanan, minuman, atau tempat berlindung bagi sesama yang tertekan adalah bagian dari hidup iman. Dalam era modern, kita bisa bertindak melalui:
Inti dari pandangan para penafsir (singkat)
Beberapa penafsir PD mengajarkan bahwa bagian ini menegaskan bahwa kasih praktis adalah ekspresi iman yang nyata. Mereka menekankan bahwa kepedulian terhadap kebutuhan fisik adalah panggilan semua pengikut Kristus untuk berbuat baik secara nyata, tidak hanya berkata-kata. Dalam karya para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, terdapat penekanan bahwa tindakan belas kasih menampilkan keadaan hati yang tunduk kepada Tuhan.
Quotations (kutipan singkat, jika ada):
“Belas kasihan adalah bagian dari karakter orang percaya, dan menyediakan kebutuhan sesama adalah ekspresi iman yang hidup.”
Penilaian ringkas dari Henry/Barnes/Clarke menekankan bahwa pemeliharaan mengarahkan kita pada tindakan praktis kasih kepada sesama, meskipun konteks narasi menampilkan kekacauan sosial yang melibatkan pelaku jahat.
Rangkuman singkat
Ayat ini menegaskan bahwa kebutuhan dasar manusia adalah hakikat kemanusiaan, dan bagaimana kita meresponsnya mencerminkan iman kita kepada Allah. Dalam situasi berat, perhatian terhadap sesama adalah bentuk ibadah yang nyata.