Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21
Makna Langsung ayat Hakim-hakim 17:11
Ayat ini menegaskan bahwa orang muda yang telah tinggal bersama seorang Leluhur atau kepala keluarga di tengah suatu keluarga, akhirnya diterima seperti anggota keluarga sendiri. Inti pesan adalah kedudukan hormat, penerimaan, dan ikatan hubungan yang tumbuh melalui kedekatan hidup bersama.
Latar belakang kontekstual
Pada kitab Hakim-hakim, masa tanpa raja di Israel dipenuhi dengan hubungan pribadi yang kadang dipenuhi oleh perjodohan sosial dan dinamika antara pelancong, penduduk, dan para imam. Kisah ini menampilkan seorang anak muda yang mengungkapkan bagaimana ia bergaul dalam rumah orang asing dengan kendali yang diharapkan di balik budaya hoshea dan tamu. Ketika ia tinggal bersama orang itu, hubungan antara orang muda dan keluarga tuan rumah berkembang menjadi kedudukan bak anak sendiri, menandakan tingkat penerimaan yang tinggi meskipun konteksnya bisa kompleks secara sosial.
Observasi tafsiran yang relevan
Pemahaman tematik singkat
Referensi lintas terkait
Beberapa teks lain yang relevan untuk memahami pola penerimaan tamu dan kedudukan anak dalam rumah tangga:
Penjelasan singkat menurut pandangan para penafsir terkemuka
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa kedatangan tamu dan penerimaan sebagai anak sendiri menggambarkan nilai relasi manusia dalam konteks ibadah dan kehidupan keluarga. Mereka menyoroti bahwa keramahan ini dapat menguatkan ikatan sosial dan menjadi sarana pemeliharaan keamanan komunitas。在
Acuan konkret dari sumber lama (kutipan pendek)
Matthew Henry menekankan bahwa kasih sayang rumah tangga terhadap tamu mencerminkan karakter orang percaya dalam hidup berkeluarga. Albert Barnes menambahkan bahwa kedudukan “sebagai anaknya sendiri” menandakan ikatan tanggung jawab dan perlindungan. Adam Clarke menguraikan bahwa keterlibatan personal ini menunjukkan bagaimana Tuhan bekerja melalui hubungan manusia dalam masyarakat kuno.
Inti praktis yang terukur
Penyimpulan singkat
Hakim-hakim 17:11 menampilkan sebuah momen kedamaian relational: seorang pemuda yang diterima seperti anggota keluarga. Secara praktis, ayat ini mengingatkan kita bahwa keramahan, perlindungan, dan penerimaan di lingkungan sekitar adalah jalur bagaimana komunitas menjaga mata rantai kasih Tuhan melalui hubungan-hubungan pribadi.