Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 14:1 Hakim-hakim 14:2 Hakim-hakim 14:3 Hakim-hakim 14:4 Hakim-hakim 14:5 Hakim-hakim 14:6 Hakim-hakim 14:7 Hakim-hakim 14:8 Hakim-hakim 14:9 Hakim-hakim 14:10 Hakim-hakim 14:11 Hakim-hakim 14:12 Hakim-hakim 14:13 Hakim-hakim 14:14 Hakim-hakim 14:15 Hakim-hakim 14:16 Hakim-hakim 14:17 Hakim-hakim 14:18 Hakim-hakim 14:19 Hakim-hakim 14:20



Hakim-hakim 14:4 (IDN) — Latar, Makna, dan Aplikasi
Setting dekat ayat
Ayat ini muncul dalam kisah tentang Simson, seorang hakim Israel yang dipakai Tuhan untuk membebaskan bangsanya. Ayat sebelumnya menggambarkan dorongan kuat Simson untuk menikahi seorang perempuan Filistin, meskipun suku Israel dilarang menikah dengan mereka. Ayat 4 menegaskan bahwa keputusan itu tidak berasal dari nenek moyang atau keinginan manusia semata, melainkan "dari Tuhan juga datangnya"—meskipun jalannya berbelit, karena tujuan akhir adalah memarrahkan umat-Nya melalui rencana-Nya yang lebih besar.
Makna teologis: apa yang teks ungkap tentang Allah dan iman
Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan memperbolehkan suatu peristiwa meski tampak berisiko atau tidak konvensional dari sudut pandang manusia. Allah mengendalikan situasi dengan tujuan yang lebih luas: pekerjaan-Nya di antara musuh Israel berlangsung lewat cara-cara yang tidak selalu jelas bagi manusia. Dalam konteks Hakim-hakim, Allah sering menggunakan ciri-ciri manusia yang terbatas untuk menunjukkan bahwa kekuatan-Nya lah yang menyelamatkan, bukan kekuatan atau kebijakan manusia semata.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian terkait yang bisa dipertimbangkan untuk pemahaman lebih dalam:
Penjelasan singkat: Rujukan-rujukan ini membantu memahami bahwa Allah mendahului manusia dalam sejarah, memakai situasi sulit untuk mencapai tujuan-Nya yang lebih besar, meskipun manusia sering tidak memahami langkah-Nya saat itu.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Ada pelajaran penting: kita tidak selalu memahami bagaimana Allah bekerja dalam kehidupan kita atau komunitas kita. Ketika rencana-Nya tampak rumit atau tidak konvensional—misalnya melalui pilihan-pilihan sulit, konflik, atau jalan yang kelihatan bertentangan dengan keinginan kita—kita diajak untuk tetap percaya bahwa Allah memegang kendali. Percayalah pada rencana-Nya meski jalannya samar. Kita bisa berpegang pada kemampuan-Nya untuk membentuk umat-Nya melalui apa pun yang terjadi, dan tetap hidup dalam iman kepada-Nya walau situasi tidak jelas di mata manusia.
Inti pesan: Allah sanggup menyingkap rencana-Nya melalui langkah-langkah manusia yang tampak biasa-biasa saja, demi ketinggian tujuan-Nya. Respon iman bukan hanya pada apa yang kita lihat, tetapi pada siapa Allah itu dan bagaimana Ia bekerja dalam sejarah kita.
Catatan kutipan terpendek (jika diperlukan): Dari sumber tafsiran public-domain, catatan umum menekankan bahwa Allah sering memanfaatkan keadaan yang tampak tidak masuk akal untuk menegakkan rencana-Nya. (Referensi umum para komentator publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke ditemukan dalam karya tafsiran klasik mereka.)